Di Terpa Banyak Fitnah, MJL Harus Dilanjutkan

oleh -608 Dilihat

SUARASULUT.COM, BITUNG- Pemilihan walikota Bitung tinggal menghitung hari, arus dukungan kepada paslon nomor urut 1, MAXIMILIAAN JONAS LOMBAN SE MSI yang berpasangan Dengan MARTIN DANIEL TUMBELAKA terus mengalir.

Hari ini Sabtu 5 Desember 2020 merupakan hari terakhir masa kampanye sesuai yang ditetapkan oleh KPU.

Ada yang menarik untuk dukungan kepada calon nomor urut 1.
Menurut Ferry Manueke warga kelurahan Apela kecamatan Ranowulu mengatakan, pada awalnya dirinya hilang simpatik dengan MJL, Itu dikarenakan seringa membaca postingan-postingan di group media sosial yang sangat banyak menyudutkan LOMBAN selaku walikota dan setelah di pelajari, semua postingan- postingan tersebut adala FITNAH.

Manueke mencontohkan pada awal penggeseran dana covid-19 disekitaran bulan April 2020, Walikota LOMBAN menyampaikan kota Bitung bisa menyiapkan dana hingga Rp.81 Miliar untuk penanganan covid-19, saat itu banyak postingan-postingan yang menyudutkan walikota Lomban tentang penggunaan dana tersebut, malahan ada beberapa tokoh masyarakat kota Bitung meminta aparat untuk memeriksa penggunaan anggaran tersebut karena sudah di korupsi. Ada juga postingan mengatakan aparat hukum segera menangkap Walikota LOMBAN.

Padahal setelah di pelajari, anggaran Rp.81 miliar itu merupakan dana yang bisa dipergunakan pemkot Bitung untuk menanggulangi covid-19, sesuai arahan presiden dan menkeu. Dan penggunaan anggaran tersebut sesuai kebutuhan dan permintaan dimasing-masing instansi/ OPD yang masuk dalam satgas Covid-19 dan dilaporkan ke pihak kejaksaan dan Kepolisian penggunaannya.

“Waktu dengar dana Covid-19 di kota Bitung yang bernilai Rp.81 Miliar, mengikuti postingan-postingan di group FB, banyak sekali yang sangat menyudutkan Pak LOMBAN, waktu itu saya sempat hilang simpatik ke Pak LOMBAN. Setelah beberapa kali mengikuti pemberitaan dan mendengarkan langsung penjelasan tentang dana tersebut, saya langsung berpikir bahwa itu tuduhan kepada pak LOMBAN adalah FITNAH demi keoentingan politik.” Kata Manueke.

Bukan Cuma dana Rp.81 M yang diFITNAHkan kepada Pak LOMBAN, Lanjut Manueke, Tentang pembayaran Stadion Duasudara yang sempat viral lewat postingan-postingan di group FB yang sangat menjatuhkan walikota LOMBAN, seakan-akan ada kepentingan pribadi dan berbaur korupsi. Setelah ditelutu dan mencari info dari sumber yang jelas, pembayaran stadion duasudara sudah melewati tim penyelamat aset pemkot Bitung yang di ketuai Sekretaris kota Bitung dan melibatkan tim dari kejaksaan Bitung dan Polres Bitung.

Tapi, apa yang dilakukan pemkot Bitung saat itu seakan-sesuatu permasalahan yang besar oleh oknum-oknum yang yang tidak suka terhadap walikota LOMBAN.

Dan itu dibuktikan, kalau beberapa bulan terakhir sudah tidak ada lagi yang teriak-teriak Stadion Duasudara, “Soal pembayaran stadion Duasudara, saat itu saya juga sudah termakan info yang tidak benar dengan postingan-postingan di group FB, bahwa ada kepentingan pribadi pak LOMBAN, tapi lama kelamaan, dengan mencari informasi yang jelas, pembayaran stadion Duasudara adalah bagian penyelamatan aset daerah. Dan itu juga melibatKan tim dari kejaksaan dan kepolisian dibawah pimpinan Sekot Bitung. Terjadi lagi FITNAH yang besar kepada Pak LOMBAN.” Jelas Manueke.

Tak hanya itu, tambah Manueke tentang warna gedung kesenian dan gedung olahraga juga sempat dipermasalahkan, gorengan-gorengan postingan di group Fb sangat ramai, tetapi bagi mereka-mereka yang suka memojokkan Pak LOMBAN, langsung diam. Di saat peresmian Tol Manado-Bitung, warna gerbang Tol sangat mirip dengan warna gedung kesenian dan GOR.

Begitu juga dengan bantuan-bantuan covid-19, dibandingkan dengan daerah-daerah lain, masyarakat kota Bitung termasuk yang paling banyak menerima bantuan. Dan hampir semua keluarga di kota Bitung selain ASN, Polri dan TNI telah menerima bantuan. Tapi dengan tujuan untuk menjatuhkan walikota LOMBAN, banyak yang memberikan informasi-informasi yang tidak jelas. “Dengan apa yang saya katakan di atas, sejujurnya saya telah hilang simpati dan langsung menjadi tim dari paslon lain, tapi dengan cara mencari informasi yang baik, ternyata Semua itu hanya FITNAH Kepada pak LOMBAN demi kepentingan-kepentingan kelompok tertentu. Dan setelah saya benar-benar pahami, saya harus membela orang baik, Pak LOMBAN adalah Bapak pembangunan, Birokrat handal dan telah melapisi posisi-posisi yang strategis di pemerintahan kota Bitung, saya harus membantu Pak LOMBAN dan Pak Tumbelaka untuk melanjutkan periode selanjutnya. LANJUTKAN.” Pungkas Manueke yang juga pensiunan pegawai Negeri ini.(angky)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.