SUARASULUT.COM, MANADO — Debat Publik ke dua yang di ikuti tiga pasangan Calon Gubernur dan Calon Wakil Gubernur Sulawesi Utara, Christiany Eugenia Paruntu-Sehan Salim Landjar (CEP-SSL), Vonny Anneke Panambunan-Hendrik Runtuwene (VAP-HR), Olly Dondokambey-Steven (ODSK), Rabu 11 November 2020, bertempat di Hotel Mercure Tateli, terlihat begitu menarik. Ketiga paslon mengadu Visi-Misi serta program kerja ketika terpilih nanti sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur periode 2021-2026. Salah satu yang menjadi perhatian masyarakat dalam debat ke dua ini terkait indeks kelulusan di dunia pendidikan. Dimana, pada 2019 dari 34 provinsi yang ada di Indonesia, Sulut berada pada urutan ke 31.
Pertanyaan tersebut dilontarkan oleh pasangan nomor urut 02 VAP-Hendry terkait dunia pendidikan. Menurut VAP, dalam kepemimpinan sebelumnya, pendidikan di sulut sangatlah bagus. “Namun saat ini, indeks pendidikan turun, bagaimana anda menyikapinya?,” tanya VAP.
Dipandu oleh moderator Debby Ribkah Wulur, SE, paslon nomor 03 diberikan kesempatan terlebih dahulu untuk menanggapinya. “Untuk menilai suksesnya suatu daerah tidak bisa hanya menilai dari angka kelulusan. Seperti yang disinggung Bapak Ibu Cagub nomor 02. Kenyataannya pada 2019 angka pendidikan ada di urutan 30 yang sebenarnya. Dan tahun ini variabel nilai kelulusan sudah tidak ada lagi karena di hilangkan oleh Menteri pendidikan, dan sudah tidak mencerminakan real keadaan untuk dunia pendidikan baik secara persona anak-anak maupun di tingkat suatu daerah. Kami juga sudah menyalurkan anggaran unguk pendidikan yang sesuai dengan target 20 % namun kali telah salurkan sampai 24 %,” ucap Cawagub Steven Kandouw.
Sementara paslon nomor 01 CEP-SEHAN dalam menjawab pertanyaan dari paslon nomor urut 02 mengatakan, jika bicara pendidikan tentunya masuk dalam visi-misi kami untuk membawa pendidikan lebih cerdas, energik ,profesional, serta sehat dan sejahtera. “Sebagaimana informasi yang kami dapat, bahwa indeks pendidikan di angka 31 ini sangat memalukan. Bahwa dengan angka yang saya dengar tadi dari paslon nomor 03, jika 24 % dana pendidikan itu telah diberikan, tapi kenapa angka kelulusan masih tetap saja dibawah. Dan tentunya ini harus kita rubah kedepan ketika kami terpilih. Karena ada yang salah dalam penanganan pendidikan di Sulut, ternyata pejabat yang duduk sebagai kepala dinas pendidikan tidak sesuai dengan basic serta tupoksi adalah seorang dokter. Namun ketika kami dipercayakan menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur nanti, ada program yang akan kamk berikan untuk anak didik kita, termasuk di SMA/SMK, sebagaimana nanti ada pembelajaran revolusi metelogi pendidikan yang akan kita terapkan yaitu pembelajaran edutech berkaitan dengan berbasis IT, yang sudah dibuktilan bahwa IPM yang terbaik sudah kami raih ada di Kabupaten Minsel. Tentu dalam keberhasilan saya dan pak Sehan dalam dunia pendidikan selama memimpin bupati dua periode di masing-masing daerah, akan kami implementasikan keberhasil tersebut,” tukas Cagub CEP. (Sandy)

