SUARASULUT.COM, MANADO — Semua pasangan calon tentu mempunyai strategi dalam membangun Sulawesi Utara lebih maju lagi. Dalam debat publik tahap II, paslon Gubernur dan Wakil Gubernur Christiany Eugenia Paruntu-Sehan Salim Landjar (CEP-SSL) mempunyai strategi yang sangat luar biasa. Hal ini terlihat ketika segmen ke dua, paslon dengan nomor urut 01 bertagline “Sulut Bangkit” itu, mengambil undian pertanyaan yang telah disusun oleh Tim Materi.
Debby Wulur, SE, sebagai moderator membacakan pertanyaan tersebut. “Untuk memajukan kesejahteraan umum, bagimana komitmen, strategi, kebijakan, dan program yang akan dikembangan oleh paslon apa bila terpilih, serta bagaimana melakukan pelingungan pemberdayaan dan penjaminan keadilan gender, kelompok minoritas, dan anak?,” tanya Debby, pada debat yang digelar oleh KPU Provinsi, Rabu 11 November 2020, bertempat di Hotel Mercure Tateli.
Dengan Elegan, paslon 01 CEP-SEHAN menjawab pertanyaan dari moderator itu. “Yang pertama kita harus pahami keudukan seorang gubernur itu ada pada empat sektor, pertama sebagai mediator dengan pemerintah pusat, pemerintah kabupaten/kota, kedua sebagai inisiator, ketiga motivator, dan terakhir sebagai supervisor. Menurut saya, capaian-capain yang ditentukan oleh BPS itu adalah kinerja dari Bupati dan Walikota. Sebab yang punya persoalan adalah Bupati dan Walikota, sehingga tentunya ketika kami terpilih yang pertama kami lakukan adalah sinergitas bersama dengan Bupati dan Walikota dengan bagaimana melakukan upaya-upaya keseimbangan,” jawab Cawagub Sehan Landjar.
Lanjut Sehan, tentunya kita akan bekerja sama meminta data kepada Bupati dan Walikota, terutama data berkaitan dengan masalah gender. “Ini karena tidak boleh gubernur itu “One Man Show”. Capaian yang diperoleh oleh gubernur adalah kinerja dari bupati dan walikota. Semua problem yang ada pada bupati dan walikota pun kunci sebenarnya dari kinerja gubernur bagaimana anggaran yang akan kita kelola pada tahun 2021 merupakan upaya stimulus pada pemerintah daerah, dalam penyelesaian permasalahan termasuk masalah gender pemberian hak yang seimbang kepada semua tentunya sesuai dengan kebutuhan secara propersional dan profesional,” jelas Eyang begitu kerap disapa.
Eyang menambahman, terlalu simpel kinerja bagi gubernur menurut saya dan ibu CEP. “Jika kami terpilih, akan lakukan sinergitas untuk menyelesaikan persoalan masalah gender, masalah keterbatasan ekonomi dan sebagainya, yang ada di Kabupaten/Kota, sehingga tentunya apapun yang kami lakukan harus bersinergi dengan kepala daerah yang ada di Kabupaten/Kota,” tutup Cawagub Sulut ini. (Sandy)

