3000 Sertifikat Tanah Gratis di Lembeh Jadi Bukti kampanye MJL Waktu 2015

oleh -25 views

SUARASULUT.COM BITUNG- Maximiliaan Jonas Lomban dan Marthin Daniel Tumbelaka (MJL-MDT) Pasangan Calon wali Kota dan Wakil Wali Kota Bitung Maximiliaan nomor urut 1 melakukan kampanye pertemuan terbatas di Kelurahan Mawali, Kecamatan Lembeh Utara, Selasa (29/9/20).

Kampanye yang dilakukan sesuai aturan protokol kesehatan ini dihadiri sekitar 50 warga masyarakat yang berlangsung penuh semangat.

Kepada warga, ada banyak hal yang disampaikan MJL termasuk pengurusan Sertifikat Tanah. Menurut MJL, banyak masyarakat Lembeh pemilik tanah telah menerima sertifikat tersebut dengan gratis beberapa waktu lalu, namun hal ini sesungguhnya melalui perjuangan panjang MJL saat menjabat Wali Kota Bitung di periode pertamanya.

MJL menjelaskan bahwa permintaan pengurusan sertifikat tanah di Kecamatan Lembeh Utara dan Selatan mulai disampaikan warga sejak tahun 2006 silam melalui Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Masyarakat Lembeh Bersatu. Tapi, dalam kapasistasnya sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) waktu itu, MJL belum mempunyai kewenangan.

Lanjut MJL, saat kampanye tahun 2015, MJL menjajnjikan jika terpilih sebagai walikota, akan memperjuangkan apa yang menjadi keinginan masyarakat Lembeh Utara dan Lembeh Selatan. Dan beberapa waktu lalu, semua cita-cita itu bisa terpenuhi, dan sudah dibagikan kepada masyarakat secara gratis.
“Benar, pengadaan sertifikat ini adalah program pemerintah pusat, tetapi ini adalah bentuk jawaban dari berbagai upaya kami yang sepenuh hati dan sekuat tenaga berjuang untuk lobi ke Pemerintah Pusat, bersama Badan Pertahanan Nasional (BPN) Kota Bitung,” ujar Lomban

Lomban juga menceritakan, lobi ini diawali sejak Sofyan Djalil, Menteri Agraria dan Tata Ruang Indonesia/Kepala Badan Pertanahan Nasional masih menjabat sebagai Menteri Koordinator Negara Bidang Ekonomi. “Saat itu beliau berkunjung ke Bitung untuk meninjau lahan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), dan mengagumi keindahan Potensi Wisata Selat Lembeh serta berharap potensi Pariwisata Lembeh dan Kota Bitung agar bisa dieksplore dengan baik,” terang Lomban.

Lomban menjawab permintaan menteri Djalil dengan mengadakan berbagai event pariwisata diantaranya pelaksanakan Festival Pesona Selat Lembeh (FPSL). Hal ini disampaikan Lomban kepada Djalil (yang saat itu sudah menjadi Kepala BPN), termasuk permasalahan kepemilikan tanah masyarakat lembeh dan masyarakat Bitung lainnya yang belum memiliki sertifikat. Maka atas petunjuk Kepala BPN dimulailah perjuangan penerbitan sertifkat tanah bagi masyarakat Bitung termasuk masyarakat Kecamatan Lembeh dengan kerjasama sepenuhnya Pemerintah Pusat dalam hal ini Badan Pertanahan Nasional dan Pemerintah Kota Bitung.

Hingga saat ini, buah kerjasama ini telah menghasilkan lebih dari 3.000 (tiga ribu) Sertifikat yang diberikan BPN bersama Pemkot Bitung kepada masyarakat. “Ini sungguh-sungguh upaya kami yang direstui oleh BPN.” tegas Lomban. (angky)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *