Ingat…! Sehan Landjar Pernah Ciptakan Pilkada Bersih Dari “MONEY POLITIC”

oleh -390 views

SUARASULUT.COM,MANADO– EYANG….Begitulah sosok Sehan Salim Landjar SH, Bupati dua periode Kabupaten Bolaang Mongondow Timur, kerap disapa semua orang. Politisi yang terbilang matang di dunia politik ini, kembali menjadi kontestan dalam pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Utara, 09 Desember 2020. Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Partai Amanat Nasional Sulut tersebut, berpasangan dengan Crhristiany Euginia Paruntu Calon Gubernur Sulut. CEP, begitu masyarakat menyapa Bupati Minahasa Selatan yang berparas cantik nan ayu tersebut. CEP meminang Eyang secara adat untuk mendampingi dirinya melakukan perubahan di Sulut lima tahun kedepan. CEP yang juga ketua Dewan Pimpinan Daerah Sulut Partai Golongan Karya, menjabat sebagai Bupati Minsel selama dua periode. Keduanya sama-sama melayani masyarakat di daerah masing-masing selama sepuluh tahun, dan kini maju bertarung bersama dua paslon lainnya yakni, VAP-HR, dan ODSK.

Jika merunut kebelakang, eyang pada 2010 menang di pilkada Boltim melawan tiga pasang calon. Pada 2015, eyang kembali maju bertarung di pilkada boltim, dan berhasil meraih kemenangan kedua kalinya. Ada yang menarik di pilkada 2015 waktu itu. Dimana, eyang yang berpasangan dengan Rusdi Gumalangit, menang telak dengan perbedaan 7000 suara dari paslon lain. Hal yang menarik adalah, eyang menang tanpa “Money Politik”. Banjir ucapan selamat kepada sosok kepala daerah yang dikenal begitu menyayangi masyarakatnya. Menang dengan angka perbedaan begitu jauh, eyang dikenal sebagai politisi handal yang bisa memainkan instrumen politik, sehingga lawan yang menggunakan politik uang tak bisa tembus ke masyarakat, simpatisan, bahkan pendukung pun tak tergoyahkan hati mereka sama sekali.

Beberapa politisi di sulut hingga pusat memuji dirinya. Menurut mereka, edukasi politik eyang memang terbukti tangguh merasuki fikiran dan hati rakyat, untuk meraih simpati. Bahkan ada yang bilang, pilkada Boltim saat itu bisa menjadi “Pilot Project” tanpa money politik, untuk bisa dicontohkan daerah lain. Kebanggaan tersendiri yang eyang rasakan pada waktu itu, dirinya tak henti-henti mengucap syukur dan berterima kasih kepada masyarakat, karena telah menciptakan pilkada bersih dari yang namanya politik uang. Dimana saat itu, masyarakat tak kenal siang dan malam, memperketat penjagaan, baik di perbatasan hingga ke lorong-lorong kecil sekalipun dijaga, agar uang politik untuk membeli suara masyarakat dari paslon lawan tidak berjalan sama sekali. Tentu hal itu membuahkan hasil, dan yang paling merasakannya adalah masyarakat.

Seiring waktu berjalan dalam kepemimpinannya, eyang diperhadapkan dengan satu masalah yang sangat mempengaruhi ekonomi masyarakat yakni Covid-19 atau Virus Corona. Pada 2020 eyang harus rela siang malam turun ke masyarakat dengan membawa peti mati, memberikan edukasi tentang pencegahan virus corona ini. Sontak dirinya langsung menjadi perbincangan hangat bagi nitizen di sosial media, live secara visual dengan seluruh TV Nasional, hingga menjadi perbincangan sampai ke pemerintah pusat. “Yah jelas apapun itu, untuk masyarakat nyawa pun harus saya korbankan, agar mereka tidak kelaparan,” ucapnya saat itu.

Sosok eyang, dikenal pemberani dalam mengambil kebijakan atau deskreisi yang ia lakukan, hanya agar masyarakatnya sejahtera. Di era pandemi Covid-19, pemerintah kabupaten boltim menyalurkan sembako secara bertahap untuk meringankan beban ekonomi masyarakat. “Jiwa mulia eyang kepada kami sungguh luar biasa,” puji masyarakatnya.

Tak berhenti sampai situ saja. Kini, kita ketahui bersama, eyang kembali unjuk diri sebagai calon wakil gubernur mendampingi Tetty Paruntu calon gubernur, akan bertarung dengan calon lainnya, meraih simpati dan hati masyarakat Sulut khususnya. “Kita ciptakan pilkada damai, aman, dan sehat, dengan selalu mematuhi protokol kesehatan di era pandemi Covid-19 ini,” pesannya. (Sandy/*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *