Pilkada Minsel, Pengamat Politik Nilai Partai Nasdem Blunder

oleh -502 Dilihat

SUARASULUT.COM,MINSEL-Kegigihan pasangan bakal calon Bupati dr Michaela Elsiana Paruntu (MEP) calon dan Wakil Bupati Venttje Tuela alias VT dalam rangka melakukan lobi-lobi politik akhirnya membuahkan hasil.
Dengan keluarnya surat keputusan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Nasional Demokrat (Nasdem) tentang persetujuan Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) telah menentukan sikap politiknya untuk mendukung Pasangan Calon MEP-VT.

Dari hasil keputusan tersebut rupanya ada aroma Politik yang tidak sedap yang tercium dikalangan Partai Nasdem Sulut, sehingga menguak isu-isu pedas dikalangan masyarakat.

Begitu banyak opini yang mulai terbangun dan sejumlah pertanyaan yang timbul dan dituntut harus dijawab para elit politik Partai Nasdem. Pertanyan-pertanyaan itu seperti, apakah Partai Nasdem tidak ada kader yang layak untuk diusung pada pertarugan kali ini di Minsel. Apakah Partai Nasdem tidak ada kekuatan politik di Minsel. Apakah ada dusta diantaranya.

Sejumlah pertanyaan tersebut membuat militansi kalangan bawah bingung terhadap arah politik Partai ini yang sudah berkembang pesat dan diperhitungkan dikanca Nasional.
Diketahui bersama partai ini miliki kader-kader terbaik seperti Jhon Rori, Stella Runtuwene dan Paulman Runtuwene. Apakah kader-kader tersebut tidak memiliki kualitas dan kapabilitas. Ataukah elit partai takut memberi ruang terhadap mereka. Inilah tantangan partai yang perluh dikaji kembali dan adannya penjelasan kepada publik karena kader-kader tersebut bisa gigit jari pada pertarungan kali ini.

Sementara itu, Pengamat Politik Univertas Sam Ratulangi (Samrat) Manado DR Fanley Pangemanan MSi menilai Partai Nasdem Kabupaten Minsel telah melakukan blunder pada Pilkada Minsel.

Hal tersebut disampaikan Pangemanan menanggapi partai besutan Surya Paloh tersebut telah menetapkan dan memberi dukungan kepada dr Michaela Elsiana Paruntu dan Ventje Tuela (MEP-VT) sebagai calon Bupati dan wakil bupati Minsel.

“Saya pikir langkah Partai Nasdem ini blunder besar ya, pertama Nasdem partai ketiga peraih suara terbanyak di Minsel, kedua Nasdem juga partai ketiga yang memiliki kursi ketiga di DPRD Minsel, ketiga Partai Nasdem memiliki kader potensial yang layak di usung di Pilkada Minsel. Oleh karena itu selayaknya dia mengusung kadernya sendiri. Kader yang potensial itu ada John Rory (Ketua Nasdem Minsel), Anggota DPRD Sulut Stela Runtuwene, dan Wakil Ketua DPRD Minsel Paulam Runtuwene, dan masih banyak lagi kader Nasdem yang berpotensi layak di usung,” kata Pangemanan.

Dia juga mengatakan seharusnya Nasdem mengusung kadernya untuk koalisi dengan partai lain, terlebih lagi Nasdem punya kader terbaik di Minsel yang telah bekerja keras untuk meningkatkan elektabilitas partai.
“Nasdem sangat tidak mendengarkan aspirasi dari kader, ini ironis.

Seharusnya kan disurvei, dan bisa kader Nasdem bisa berpasangan dengan MEP atau FDW, paling tidak harus ada kader yang di usung, apalagi Nasdem bisa dikata sebagai partai penentu untuk Pilkada Minsel, hanya saja yang terjadi pada Pilbup Minsel menunjukkan Nasdem telah melakukan langkah bunuh diri sehingga bisa saja menyebabkan partai terbelah. Prediksi saya jika ini berlangsung terus, Nasdem tidak akan lagi tiga besar. Bahkan bisa jadi suaranya kalah dari partai pendatang baru,” ungkapnya.

Mantan Ketua KPU Minsel ini juga mengatakan, seharusnya Nasdem mengusung kadernya sendiri, terlebih lagi Nasdem punya kader terbaik di Minsel yang telah bekerja keras untuk meningkatkan elektabilitas partai.(rds)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.