Distributor Bawang Batang Asal Palelon Tolak Aturan Satu Pintu dari PD Pasar Manado , Alasannya akan Terjadi Monopoli

oleh -223 Dilihat
oleh

SUARASULUT.COM, MANADO– Distributor atau penyuplai batang bawang di Pasar Bersehati Manado mengeluh dan tidak terima atas perlakuan PD Pasar, diduga ada upaya monopoli pasokan bawang batang masuk di pasar terbesar di daerah tersebut.

Keresahan para distributor ini, bermula keluarnya aturan baru ditanda tangani Direktur Utama (Dirut) PD Pasar, dengan nomor surat 488/PDP/VIII/2020 tanggal 18 Agustus 2020 tentang pemberitahuan diberlakukannya sistem satu pintu untuk suplai batang bawang.

Dandi Panensang, distributor sekaligus petani bawang batang asal Palelon saat ditemui suarasulut.com, Rabu (26/08/2020), tidak terima atas perlakuan PD Pasar dengan cara sistem satu pint. “Saya sudah puluhan tahun memasok bawang batang di Pasar Bersehati dan sekitarnya, dan nanti sekarang baru saya terima sistem begini. Menurut saya tidak sesuai dengan keinginan kami para distributor bawang batang dari Desa Palelon Modoinding,” ucap Dandi, saat diwawancarai.

Lanjut Dandi, pihaknya jelas menolak dengan tegas sistem yang menurutnya akan merugikan pedagang.”Pemerintah saat ini tengah menggenjot dunia pertanian saat pandemi Covid19. Kok justru ada pihak menghalang-halangi usaha para petani untuk menjual hasil pertaniannya?,” keluh Dandi.

Dandi menjelaskan, sebelumnya pihak PD Pasar telah menghubungi dirinya menyampaikan hal tersebut. Menurut PD Pasar, pasokan bawang batang yang akan diambil melalui sistem satu pintu dengan harga Rp 4000 rupiah, sesuai dengan harga diberikannya kepada pedagang pasar. “Jika bicara untung rugi, pihak PD Pasar ambil pasokan kami sesuai dengan harga biasa kami pasok ke pedagang. Tapi kami kasihan dengan para pedagang sudah puluhan tahun berhubungan langsung dengan kami, entah berapa harga nantinya akan mereka terima ketika mengambil bawang batang dengan cara sistem satu pintu melalui PD Pasar,” jelasnya.

Penolakan dilakukan para distributor bawang batang ini, jelas mendapat penolakan untuk melakukan supplai bawang batang ke pedagang, yang hampir berujung rusuh antara distributor dan sejumlah staf PD Pasar, bertempat di Pasar bersehati Rabu Malam sekitar pukul 23.30 Wita.

Untung, saat itu juga petugas TNI-Polri hadir dan melerai pertikaian tersebut. Salah satu pedagang saat diwawancarai mengatakan tidak terima dengan sistem diterapkan PD Pasar.

Menurutnya, sistem seperti itu jelas hanya untuk merugikan pedagang. “Intinya torang nyanda suka kalo ada sistem bagitu. Torang biasa ambe Rp 4000 rupiah, kalau somo lewat PD Pasar, pasti somo lebe naik itu harga. Pokoknya torang nda terima karena nanti pengurus baru PD Pasar ini kong jadi bagini,” kata Imran, salah satu pedagang.

Sayangnya, sampai berita ini naik, pihak PD Pasar belum berhasil dihubungi untuk dimintai konfirmasi terkait permasalahan ini.(Sandy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.