Pembangunan di Era OD-SK Melejit Tapi Disebut Belum Merata, Syahrul Poli: Harus Objektif Disertai Data

SUARASULUT.COM,MANADO– Program pemerintah Sulut pro publik, namun masih ada harus dapat perhatian khusus terkait pembangunan.

Taat Poros Kedai Demokrasi (Pokdem) melakukan diskusi tematik bertajuk Pembangunan Yes, Merata No ! di  DIHOOK Cafe di Ternate Baru.

Koordinator POKDEM Agus Abdullah mengungkap anggaran infrastruktur di APBD 2020 mencapai Rp400 an miliar dari total APBD Rp4 triliun.

Dengan anggaran sebanyak itu kue pembangunan infrastruktur, harusnya di pantai utara Bolmong mendapat porsi yang memadai.

“Saat kami turun di warga di perbatasan Bolaang Mongondow Utara dan Provinsi Gorontalo, terungkap aspirasi mereka,” beber mantan Ketua BKPRMI Manado ini yang sekarang Sekum PPP Sulut.

Diskusi yang berjalan agak hot, dihadiri aktivis POKDEM lain, Mazhabullah Ali yang juga Ketua PPP Manado, Frans Kurniawan aktivis PRD Sulut, entrepreneur wanita Gladys M dan Baso Affandy yang juga direktur BSI.

Ada juga Ketua PHBI Sulut Syahrul Poli dan jurnalis senior sekaligus Wakil Sekretaris Partai Golkar Sulut Hairil Paputungan.

Silih berganti mereka mengupas sisi lain pembangunan rezim ODSK yang bopeng sebelah.

Mazhabullah Ali tidak menafikan maraknya program infrastruktur pariwisata di Minahasa Utara, Bitung Manado dan sebagian Bolmong raya. Tapi itu semua berkat belanja pusat.

“Pemerataan pembangunan perlu dapat perhatian khusus untuk pemerataan . Terlihat perhatian OD di Bolmong induk sampai Bolmut masih butuh perhatian khuaus,”ungkap Ical diaminkan yang lain.

Kajian PORKED tidak dibantah Syahrul Poli. Tokoh muslim yang dikenal lengket dengan OD hanya meminta POKDEM lebih obyektif disertai data penunjang.

“kapasitas saya tidak atas nama pemerintah membantah kajian POKDEM. Tapi, kalau berbasis data seperti yang diungkapkan beberapa hari lalu, soal angka harapan dan TP itu saya akui fakta dan data yang benar.(wal/*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *