Sangihe, SuaraSulut.com – Menghadapi persoalan sampah yang kian kompleks, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe justru merespons dengan inovasi terpadu: penanaman pohon di kawasan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Santiago, Kecamatan Tahuna. Langkah ini bukan hanya upaya penghijauan, melainkan strategi holistik untuk memulihkan ekosistem sekaligus memberikan penghormatan kepada pahlawan kebersihan.
Bupati Michael Thungari dan Wakil Bupati Thendris Bulahari memimpin langsung penanaman puluhan bibit pohon keras dan buah di lahan bekas pembuangan, Jumat (4/4). “Akar pohon ini akan membantu menyaring polutan, meningkatkan kualitas air dan tanah, serta menciptakan zona hijau yang menyegarkan,” ujar Thungari. Kehadiran mereka menunjukkan komitmen pemerintah daerah pada pelestarian lingkungan yang menyeluruh.
Acara ini juga menjadi momen apresiasi bagi petugas kebersihan yang setiap hari berjibaku dengan tumpukan sampah. Piagam penghargaan diserahkan kepada puluhan petugas yang dinilai memiliki dedikasi tinggi. “Mereka adalah ujung tombak kebersihan Sangihe. Tanpa kerja keras mereka, kota dan desa kita tak akan sebersih ini,” puji Thungari, memberikan sorotan positif pada peran yang sering luput dari sorotan publik.
Inovasi tidak berhenti pada penghijauan. Menurut Kepala Dinas Lingkungan Hidup, program pemberdayaan masyarakat di sekitar TPA telah dimulai dengan pelatihan daur ulang sampah organik menjadi kompos. “Warga kini bisa memproduksi pupuk ramah lingkungan sambil mengurangi volume sampah,” kata beliau. Kolaborasi ini memperlihatkan bahwa solusi sampah dapat lahir dari kreativitas dan gotong-royong.
Bupati Thungari menegaskan, “Pengelolaan sampah idealnya memadukan teknologi, edukasi, dan partisipasi masyarakat. Inovasi hari ini hendak diikuti aksi nyata di desa-desa lain.” Ia berharap jejak langkah ini menjadi inspirasi bagi kabupaten lain, bahkan provinsi, untuk mengintegrasikan pelestarian lingkungan dalam setiap kebijakan.
Sebagai penutup, suasana hijau di TPA Santiago kini menjadi simbol harapan—bahwa dengan terobosan dan apresiasi yang tepat, krisis sampah dapat diubah menjadi peluang meningkatkan kualitas hidup dan kebanggaan masyarakat Sangihe.
(Erick Sahabat)

