Pendukung MESRA dan YSK-Victory Datangi Mapolres, Minta Pelaku Penganiayaan Segera Ditangkap

0
pixlr_20241102234652774

KOTAMOBAGU – Puluhan pendukung pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Kotamobagu, Meiddy Makalalag dan Syarifuddin Juadi Mokodongan (MESRA), yang juga pendukung Paslon Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus Komaling dan Victor Mailangkay (YSK-Victory), mendatangi Mapolres Kotamobagu, Sabtu (2/11/2024) malam.

Kedatangan mereka guna meminta pihak kepolisian untuk segera menangkap pelaku dugaan penganiayaan terhadap Yuliana Simbala (46), salah satu pendukung MESRA dan YSK-Victory.

Insiden dugaan penganiayaan tersebut terjadi di depan Hotel Sutanraja Kotamobagu, tempat berlangsungnya debat terbuka kedua calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Kotamobagu.

Saat itu, Yuliana yang tengah melintas di sekitar lokasi debat, tiba-tiba diberhentikan oleh sekelompok orang yang mengenakan seragam Satgas hitam.

Menurut keterangan korban, salah satu dari mereka kemudian menarik rambutnya, sehingga menyebabkan luka cakaran di bagian leher.

“Kendaraan saya diberhentikan oleh beberapa pria berpakaian Satgas warna hitam, yang diduga merupakan Satgas NK-STA,” ujar Yuliana, yang hadir didampingi tim kuasa hukumnya, Ariyati Ella Panu, SH, Jein Jauhari, SH MH, dan Risdianty Bonok, SH, di Mapolres Kotamobagu.

Laporan dugaan penganiayaan ini telah resmi dilaporkan ke Polres Kotamobagu dengan nomor LP/B/483/XI/2024/SPKT/Polres Kotamobagu/Polda Sulut. Tim kuasa hukum korban menyatakan akan terus mengawal kasus ini hingga tuntas.

“Kami sudah melapor ke SPKT Polres Kotamobagu dan juga telah melakukan visum terhadap korban. Kami akan memastikan kasus ini diproses hingga keadilan ditegakkan,” kata Ariyati Ella Panu, SH, selaku kuasa hukum MESRA.

Tim kuasa hukum turut menyayangkan insiden dugaan kekerasan ini. “Kami sangat menyayangkan kejadian ini. Sebagai warga negara yang baik, kami menyerahkan sepenuhnya kepada pihak berwajib,” tambahnya.

Lebih lanjut, mereka berharap pihak Polres Kotamobagu segera menindaklanjuti laporan ini agar pelaku dapat diproses secara hukum, serta memastikan agar insiden serupa tidak terulang di kemudian hari.

“Kami berharap pelaku segera ditindak sesuai hukum yang berlaku, dan semoga kejadian ini tidak terulang lagi dalam proses Pilkada ke depannya,” jelas tim kuasa hukum menutup pernyataannya.

Kasus ini menambah perhatian publik terhadap pelaksanaan Pilkada di Kotamobagu, yang diharapkan dapat berlangsung aman dan kondusif hingga akhir tahapan. (guf)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *