BOLMONG – Pemerintah pusat melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang telah menggelontorkan dana anggaran yang begitu besar untuk peningkatan sarana dan prasarana pendidikan demi tercapai nya tujuan Pendidikan yang berkwalitas.
Hal ini patut disoroti semua pihak jikalau ada salah satu bangunan sarana dan prasarana sekolah pendidikan yang rehabilitasi bangunan ditemukan tidak sesuai spek.
Seperti halnya pekerjaan Proyek rehabilitasi berat SDN 1 Toruakat Kecamatan Dumoga Kabupaten Bolaang Mongondow (Sulut) yang diduga pekerjaanya tak sesuai RAB.
Proyek berbanderol ratusan juta yang bersumber dari dana APBD tersebut terkesan dikerjakan asal jadi. Hal ini mendapat reaksi dari warga masyarakat setempat.
“Ya benar, Pekerjaan proyek rehabilialtasi di SDN 1 Toruakat ini diduga tak sesuai RAB.
Coba lihat kedalaman pondasi harusnya 80 cm tapi fakta hanya 50 cm bahkan ada yang hanya 15 cm. Bagaimana bangunan bisa bertahan lama kalau pekerjaanya asal jadi, “Ujar salah satu tokoh masyarakat Toruakat yang minta namanya tak di publish.
Lanjut sumber, selaku warga negara, masyarakat perlu mengawasi semua jenis proyek yang menggunakan uang negara. Apalagi pembangunan SDN yang di pergunakan secara turun temurun oleh regenarasi kita. Tapi kalau hasilnya begini di khawatirkan bangunannya tak bertahan lama.
Kami selaku warga masyarakat meminta kepada pihak pelaksana dalam hal ini CV Bintang Sejahtera Utama untuk membongkar kembali kontruksi bangunan terutama pondasi yang tak jelas ukurannya, ” Kesal sumber.
Terpisah, Pelaksana kegiatan CV Bintang Sejahtera Utama ketika di konfirmasi mengatakan bahwa, Pekerjaan rehabilitas berat SDN 1 Toruakat pekerjaannya baru saja di mulai dan sejauh ini tak ada kendala.
Terkait dengan teknis pelaksanaan pekerjaan silahkan kordinasi dengan konsultan pengawas, “Ujarnya.
Hingga berita ini tayang upaya konfirmasi kepada pihak terkait dalam hal ini Diknas Pendidikan Bolmong belum terhubung namun secepatnya di konfirmasi.(TIM)

