Drama 17 Penalti! Amkei Kodim 1303 Bolmong Kubur Mimpi PSM Mopusi, Raih Mahkota Matali Cup V

KOTAMOBAGU – Stadion Nunuk Matali bergemuruh. Ribuan pasang mata dibuat tegang hingga detik terakhir saat Amkei Kodim 1303 Bolaang Mongondow (Bolmong) memastikan diri sebagai juara Matali Cup V 2026 usai menumbangkan PSM Mopusi lewat drama adu penalti yang menegangkan dengan skor akhir 9-8, Sabtu (20/6/2026).

Final yang menjadi laga ke-44 turnamen bergengsi ini benar-benar menyajikan tontonan kelas tinggi. Adu gengsi, tensi panas, hingga pertarungan mental tersaji selama 90 menit sebelum akhirnya ditentukan dari titik putih.

Sejak peluit awal yang dipimpin wasit Reza S dibunyikan, kedua tim langsung tampil menyerang. Amkei Kodim lebih dulu memecah kebuntuan melalui sepakan tajam Djuliardi Y pada menit ke-21 yang membuat pendukung mereka bersorak histeris.

Namun keunggulan itu tak bertahan lama. Menjelang turun minum, Jucio M muncul sebagai penyelamat PSM Mopusi dengan gol penyeimbang pada menit ke-42. Skor berubah menjadi 1-1 dan bertahan hingga babak pertama berakhir.

Memasuki babak kedua, pertandingan semakin keras dan penuh tekanan. Barisan pertahanan Amkei Kodim yang dikomandoi Firman, Fahmi, dan Youtje M tampil kokoh menghadang gelombang serangan PSM Mopusi.

Beberapa kali benturan keras tak terhindarkan. Wasit harus mengeluarkan empat kartu kuning untuk meredam tensi pertandingan. Youtje M dan Sadli dari Amkei Kodim diganjar kartu, sementara Wahyudi H dan Moh Hamzali dari PSM Mopusi juga menerima hukuman serupa.

Pelatih Amkei Kodim, Sertu Syukur Lobubun, mencoba mengubah ritme permainan dengan memasukkan Sandriyanto menggantikan Amrin pada menit ke-79. Pergantian itu membuat serangan Amkei semakin hidup, tetapi hingga peluit panjang dibunyikan skor tetap tidak berubah.

 

Adu Mental yang Menentukan Takhta Juara

 

Saat pertandingan harus ditentukan lewat adu penalti, suasana stadion berubah mencekam. Satu per satu eksekutor maju dengan beban besar di pundak mereka.

Amkei Kodim tampil lebih tenang dan efektif. Para algojo sukses menjalankan tugasnya dengan baik, sementara para penjaga gawang berusaha menjadi pahlawan bagi tim masing-masing.

Puncak drama terjadi saat kiper PSM Mopusi, Sepang, maju sebagai penendang terakhir. Harapan tim dan pendukung berada di kakinya. Namun tendangan yang dieksekusi gagal berbuah gol.

Detik itu juga, para pemain Amkei Kodim langsung berhamburan ke lapangan merayakan kemenangan dramatis yang memastikan mereka berdiri di puncak Matali Cup V 2026.

“Juara ini kami persembahkan untuk Hari Ulang Tahun Pak Dandim. Terima kasih kepada seluruh pemain yang berjuang luar biasa dari awal hingga akhir. Terima kasih juga kepada istri tercinta yang selalu mendukung. Ada hadiah khusus dari Pak Dandim untuk tim,” ujar Syukur Lobubun dengan penuh haru.

 

Dandim: Olahraga Menyatukan Masyarakat

 

Komandan Kodim 1303/Bolaang Mongondow, Letkol Inf Manashe Lomo, S.H., M.I.P, menegaskan bahwa turnamen sepak bola bukan sekadar ajang mencari juara, tetapi juga sarana membangun karakter dan memperkuat persatuan masyarakat.

“Turnamen ini tidak hanya menghasilkan prestasi olahraga, tetapi juga memperkuat kebersamaan, disiplin, dan semangat persatuan. TNI akan terus mendukung kegiatan yang berdampak positif bagi masyarakat,” tegasnya.

Matali Cup V 2026 pun resmi ditutup dengan sukses. Ribuan penonton yang memadati Stadion Nunuk Matali sejak awal turnamen menjadi bukti bahwa sepak bola masih menjadi magnet terbesar pemersatu masyarakat di Bolaang Mongondow Raya.

Dan ketika malam mulai turun di Matali, satu nama akhirnya tercatat sebagai penguasa turnamen tahun ini: Amkei Kodim 1303 Bolmong, sang juara yang lahir dari pertarungan sengit dan drama penalti yang tak akan mudah dilupakan. (***)