Unggas Ilegal Diamankan Tim SFQR Lanal Tahuna dalam Upaya Penyeludupan lewat Kapal Penumpang

Sangihe, SuaraSulut.com Tim Special Force Quick Response (SFQR) Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Tahuna berhasil mengamankan puluhan ekor ayam sabung ilegal tanpa dokumen yang akan diseludupkan lewat Pelabuhan Nusantara Tahuna via Kapal Motor (KM) Barcelona IIIA dan KM. Mercy Teratai tujuan Kota Manado, Provinsi Sulawesi Utara.
Sabtu, (2/9/2023)

Aksi ini diketahui saat  Tim SFQR Lanal Tahuna sedang dalam monitoring di areal Pelabuhan Nusantara Tahuna bersama anggota Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI sekitar pukul 17.00 wita

Dalam keterangan resmi Komandan Lanal (Danlanal) Tahuna, Kolonel Laut (P) Muhammad Bayu. Pranoto, SH, M.Tr.Hanla, MM, CTMP kepada awak media 22 ekor ayam ilegal tidak ada pemilik dimaksud terdiri dari 14 ekor jantan dan 8 ekor betina.

“Kami bekerja sama dengan beberapa instansi terkait yaitu balai karantina dan Bais TNI dan berhasil menggagalkan upaya penyeludupan unggas jenis ayam yang diduga kuat berasal dari Filipina tanpa dokumen lengkap,” ungkap Danlanal Muhammad Bayu Pranoto

Lebih lanjut dikatakan Danlanal, pihaknya akan terus berkoordinasi dengan pihak Karantina Tahuna terkait proses hukum dan tindak lanjut dan penanganan masalah penyeludupan unggas ilegal tersebut

Pranoto sangat berharap dengan kejadian ini edukasi kepada masyarakat dipandang perlu ditingkatkan oleh semua pihak termasuk didalamnya Pemerintah guna tertib dan amannya usaha dengan tidak melanggar aturan yag berlaku.

“Kedepan kami harapkan juga adanya peran serta komponen pemerintah  maupun non pemerintah untuk bersama-sama memberikan edukasi dan pemahaman bahwa adanya prosedur untuk pengiriman unggas yang diterbitkan instansi berwenang. Pada dasarnya aturan itu bukan untuk menyulitkan masyarakat namun justru membuat tertib dan amannya semua usaha ataupun kegiatan berkaitan dengan unggas itu sendiri,” tandasnya

Pada kesempatan yang sama, Dokter Hewan Karantina Pertanian Wilayah Kerja Pelabuhan Laut Tahuna, Drh. I Gusti Made Adnyana, memastikan sinergitas yang telah terbangun akan terus digalakkan guna mengantisipasi penyeludupan hewan wajib lapor karantina.

“Sangat berteima kasih kepada pihak Lanal Tahuna karena telah membantu kegiatan dari karantina. Harapan kami sinergi ini akan terus dibangun untuk mencegah penyeludupan yang dikhawatirkan membawa penyakit hewan karantina,” ujarnya sembari menambahkan bahwa koordinasi dengan Balai Karantina Pertanian Kelas I Manado juga dilakukan untuk penyelesaian masalah unggas ilegal bersegel Filipina yang akan diseludupkan ke luar daerah atau kota manado

(***/Erick Sahabat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *