Walikota Cup 2026 Bakal Ditiadakan, KONI Kotamobagu Fokus Cetak Atlet Juara untuk Porprov

KOTAMOBAGU – Kabar yang cukup mengejutkan datang dari dunia olahraga Kota Kotamobagu. Kompetisi bergengsi Walikota Cup yang selama ini menjadi salah satu agenda olahraga paling dinantikan, dipastikan kemungkinan besar tidak akan digelar tahun 2026 ini.

Keputusan tersebut diambil menyusul fokus penuh Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kotamobagu dalam mempersiapkan pelaksanaan Pekan Olahraga Kota (Porkot) sebagai langkah strategis menuju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) 2027 yang akan berlangsung di Kota Tomohon dan Kabupaten Minahasa.

KONI menilai Porkot memiliki nilai yang jauh lebih besar karena menjadi wadah resmi penjaringan dan pembinaan atlet yang akan membawa nama Kotamobagu di ajang olahraga tingkat provinsi.

Kepala Bidang Olahraga KONI Kotamobagu, Hendra Mokoagow, menjelaskan bahwa Porkot akan digelar di empat kecamatan yang ada di Kotamobagu dengan mempertandingkan berbagai cabang olahraga, termasuk turnamen khusus kategori usia di bawah 23 tahun (U-23).

“Porkot akan menjadi ajang seleksi atlet terbaik yang nantinya dipersiapkan untuk memperkuat kontingen Kotamobagu pada Porprov 2027,” ujar Hendra.

Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi prioritas utama karena menyangkut masa depan prestasi olahraga daerah. Untuk mendukung pelaksanaannya, kebutuhan anggaran akan diusulkan melalui APBD Perubahan.

Dukungan terhadap langkah KONI juga datang dari Ketua PSSI Kotamobagu, Michael Solat Bibisa. Ia menilai Porkot merupakan momentum penting untuk menemukan dan membina talenta-talenta muda yang selama ini belum mendapatkan ruang kompetisi yang memadai.

“Porkot bukan hanya soal mencari juara, tetapi bagaimana kita membangun fondasi atlet muda yang mampu bersaing di tingkat provinsi bahkan nasional. Untuk cabang sepak bola, saya sangat mendukung program ini,” tegas Michael.

Sementara itu, Sekretaris KONI Kotamobagu, Toni Ponongoa, menegaskan bahwa keputusan mengesampingkan Walikota Cup bukanlah pilihan yang mudah. Namun, langkah tersebut dinilai sebagai strategi yang harus diambil demi kepentingan pembinaan olahraga yang lebih besar.

“Porkot adalah jembatan menuju Porprov. Tanpa proses seleksi dan pembinaan yang baik melalui Porkot, akan sulit bagi Kotamobagu mendapatkan atlet yang benar-benar siap bersaing. Karena itu, Walikota Cup tahun ini kemungkinan besar tidak dilaksanakan,” jelas Toni.

Ia menambahkan, sinergi antara KONI dan Pemerintah Kota Kotamobagu terus diperkuat agar pelaksanaan Porkot berjalan sukses, tertib, dan mampu melahirkan atlet-atlet potensial yang dapat mengharumkan nama daerah.

Meski keputusan meniadakan Walikota Cup berpotensi menimbulkan kekecewaan bagi sebagian pecinta olahraga, banyak pihak menilai kebijakan tersebut merupakan investasi jangka panjang bagi kemajuan olahraga Kotamobagu.

Dengan fokus pada Porkot, KONI berharap dapat membangun sistem pembinaan yang lebih terarah, memperkuat regenerasi atlet, serta meningkatkan peluang Kotamobagu meraih prestasi membanggakan pada Porprov 2027 mendatang. (***)