Temui Orang Baik

oleh -654 Dilihat
Oleh: Abdul Jamil Al Rasyid (Mahasiswa Sastra Minangkabau FIB Unand).

TEMU adalah suatu hal tentang berjumpa kita dengan orang lain. Berjumpa dalam artis orang tersebut sudah kenal kita atau belum kenal kita. Tidak hanya orang saja, proses menenemui tentu bisa saja berupa barang, tumbuhan maupun hewan. Menemukan tentang suatu hal yang belum ada sama sekali contohnya penemuan mesin, listrik, dan lainnya. Ketika kita menemukan sesuatu hal tentu besar harapan kita terhadap penemuan kita tersebut. Penemuan itu bisa saja menjadi baik dan bisa saja menjadi bumerang buat kita.
Didalam kehidupan tentu kita tidak lepas dari pergaulan, manusia adalah makhluk sosial yang tidak lepas dari manusia lainnya. Manusia tentu memiliki hubungan yang erat dengan manusia lainnya. Kita tentu hidup butuh bantuan orang lain. Contohnya aja begini tanpa bantuan orang lain, kita tidak bisa makan, tanpa adanya petani kita tentu tidak bisa memenuhi kebutuhan perut kita. Tetapi hal tersebut jarang diakui oleh manusia itu sendiri karena sifat egois dari manusia itu.
Orang yang baik tentu adalah orang yang bisa dicontoh baik dari perilaku, sikap dan bisa menghargai seseorang. Di dunia cita-cita orang tua kita adalah untuk menjadikan anaknya menjadi orang baik. Ketika kebaikan itu telah ditanam maka semua orang senang dengan kita. Ketika sebaliknya kita tidak bisa mencerminkan sikap yang baik, maka bisa saja orang lain marah dengan kita. Jangan pernah ragu untuk jadi orang baik karena bisa saja orang baik itu dinilai oleh orang lain dan juga tuhanNya.
Tentu ada hubungan antara menemukan dengan orang baik. Apa hubungannya? tentu adalah hubungan yang saling menguntungkan buat seseorang. Kenapa demikian? Karena ketika kita bisa menemukan orang yang baik maka kita juga ikutan baik. Banyak orang mempercayai bahwa ketika kita bergaul dengan orang yang suka merokok misalnya, maka orang tersebut bisa saja kelak dia akan merokok. Begitu juga dengan orang baik, ketika kita bergaul dengan orang baik, tentu kita bisa berubah ke arah yang lebih baik.
Perubahan yang terjadi tersebut itu adalah salah satu hubungan yang saling menguntungkan antara kita bisa menemukan orang baik dengan orang baik itu sendiri. Ketika kita berhasil menemukan orang yang katakanlah berbicaranya lemah lembut dan enak dipandang ketika berbicara. Tentu dengan sikap demikian semua orang yang kenal dia akan terpukau dan mengakui bahwa memang dia itu orang baik. Kita hidup diatas dunia dinilai oleh orang lain bukan diri kita sendiri yang menilai kita.
Ketika kita tida bisa menemukan orang yang baik menurut kita. Jangan pernah kita risau dengan hal itu. Karena setiap orang mempunyai sisi kebaikan masing-masing. Ketika hal itu telah bisa kita pahami dengan baik, maka dengan tidak langsung membuat pergaulan kita positif. Meskipun kita berteman dengan preman misalnya tetapi kita bisa mengambil mana yang baik dari dirinya, maka itu adalah cerminan dari diri kita untuk satu langkah lebih maju dibandingkan orang lain. percayalah setiap orang mempunyai sisi buruk dan baik masing-masing kita hanya bisa memilah untuk memakai dalam kehidupan kita.
Kita hidup diatas dunia hanya digunakan untuk berbuat kebaikan. Maka jalan yang tepat tentu kita berusaha untuk berteman dengan orang baik. Menurut penulis, semua orang itu baik dan juga jahat tergantung mood dan pemikiran dari orang tersebut. Orang yang sedang tidak baik moodnya bisa saja berbuat jahat karena mental dan perasaan sedang kacau bisa saja membuat orang itu berpikiran negatif dan suka marah-marah misalnya. Sebaliknya ketika orang itu sehat secara mental dan perasaan maka hal-hal positif akan ada dalam dirinya.
Untuk itu kita berusaha untuk menganggap semua orang itu baik. Karena orang yang baik itu tergantung dari perasaan dia. Maka ambil hal-hal yang positif dari semua orang, pilah hal tersebut dan pakai dalam kehidupan kita. Orang yang biasanya sudah bisa menerapkan ini tentu adalah orang yang lebih maju sedikit dibandingkan orang lain. Jangan pernah kita dibodohi oleh wajah dan tampang orang tersebut karena orang yang baik itu terletak dari hatinya. Terkadang kita dobodohi dengan ketika orang itu katanlah preman dan kita tidak mau berteman dengan dia, hal ini adalah tindakan yang salah. Maka dari itu temukan orang yang baik buat kita, ambil semua hikmah yang ada dalam diri orang itu baru kita amalkan.

Penulis adalah Abdul Jamil Al Rasyid Mahasiswa Sastra Minangkabau FIB Unand angkatan 2019 berdomisili di Padang Pariaman Sumatera Barat Santri Pondok Pesantren Madinatul Ilmi Nurul Ikhlas Patamuan Tandikek.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.