MANADO — Tanah Kawanua kembali menjadi titik temu diaspora dari berbagai penjuru dunia, bukan sekadar untuk bernostalgia, tetapi untuk membawa pulang gagasan, jejaring dan kontribusi bagi masa depan Sulawesi Utara.
Pesan itu mengemuka dalam Malam Seni dan Budaya Kawanua Sedunia Pulang Kampung 2026 yang digelar di Graha Gubernuran Bumi Beringin, Minggu (9/8/2026).
Wali Kota Manado Andrei Angouw bersama Ketua TP-PKK Kota Manado Irene Angouw-Pinontoan turut hadir dalam kegiatan yang mempertemukan warga Kawanua dari berbagai daerah di Indonesia hingga sejumlah negara.
Mewakili Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus, Wakil Gubernur J. Victor Mailangkay menyampaikan bahwa kepulangan diaspora Kawanua tidak semestinya berhenti pada momentum silaturahmi dan pelestarian budaya.
Menurutnya, Kawanua Sedunia Pulang Kampung harus menjadi ruang untuk mempererat kembali hubungan keluarga besar Kawanua sekaligus membuka peluang kontribusi nyata bagi daerah.
Diaspora Kawanua didorong membawa lebih dari sekadar kerinduan terhadap tanah kelahiran. Gagasan, inovasi, pengalaman, jejaring hingga investasi diharapkan dapat ikut mempercepat pembangunan Sulawesi Utara.
Malam seni dan budaya pun mendapat makna lebih luas: menjaga identitas Kawanua sekaligus membangun jembatan antara diaspora dan tanah asalnya.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Ketua TP-PKK Provinsi Sulawesi Utara Merry Kalalo, jajaran Forkopimda Sulut, pimpinan instansi vertikal, pejabat pimpinan tinggi pratama Pemprov Sulut, jajaran Forkopimda Kota Manado serta undangan lainnya.(***)

