Polemik Rumpon Program Prioritas Hengky-Randito, Wali Kota Buka Fakta di Lapangan

oleh -145 Dilihat

BITUNG — Program pengadaan rumpon atau rumah ikan Pemerintah Kota Bitung Tahun Anggaran 2025 belakangan menjadi sorotan publik usai pembahasan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Wali Kota Bitung 2025 bersama jajaran kecamatan dan Pansus LKPJ.

Dalam paparan serapan anggaran di tingkat kecamatan, mencuat persoalan prosedur penyerahan rumpon di Kelurahan Batuputih Atas dan Batuputih Bawah. Isu tersebut kemudian memunculkan berbagai pertanyaan di tengah masyarakat.

Menanggapi hal itu, Pemerintah Kota Bitung menegaskan program prioritas sektor perikanan tersebut telah direalisasikan sejak Desember 2025. Wali Kota Bitung Hengky Honandar memastikan seluruh 18 unit rumpon yang diadakan bukan fiktif dan telah melalui mekanisme yang berlaku.

“Dinas Perikanan juga telah kami perintahkan melakukan pendampingan dan pengecekan lapangan. Hasil laporan menyebutkan seluruh unit rumpon memang ada,” kata Hengky
Honandar, didampingi Wakil Wali Kota Randito Maringka, usai rapat paripurna, Jumat (8/5/2026).

Hengky menjelaskan, pada Februari hingga Maret 2026 cuaca buruk, angin kencang, dan gelombang tinggi menyebabkan sejumlah rumpon hanyut.

“Ini faktor force majeure. Pemerintah akan berupaya secara bertahap menyediakan kembali,” tegasnya.

Bagi Pemerintah Kota Bitung, program rumpon menjadi salah satu prioritas untuk meningkatkan hasil tangkapan nelayan, menekan biaya operasional melaut, serta memperkuat ekonomi masyarakat pesisir.

“Program ini tetap kami kawal. Evaluasi dilakukan, tetapi komitmen pemerintah untuk mendukung nelayan tidak berubah,” tegas Hengky.

Sementara itu, setiap unit rumpon memiliki pagu anggaran Rp100 juta, sehingga total nilai program mencapai Rp1,8 miliar.

Selain itu ke 18 unit rumpon tersebesar di sejumlah wilayah di Kota Bitung diantaranya;

Kecamatan Ranowulu menerima 3 unit, masing-masing 1 unit di Batuputih Bawah dan 2 unit di Batuputih Atas.

Kecamatan Aertembaga mendapat 5 unit yang tersebar di Kelurahan Aertembaga I, Makawidey, Pateten I, Tandurusa, dan Kasawari.

Kecamatan Lembeh Utara menerima 5 unit di Gunung Woka, Lirang, Posokan, Motto, dan Nusu. Sementara Kecamatan Lembeh Selatan memperoleh 5 unit di Pasirpanjang, Paudean, Dorbolaang, Batulubang, dan Pancuran.

Berdasarkan informasi, dari 3 unit rumpon di wilayah Kecamatan Ranowulu tepatnya di Kelurahan Batuputih Atas dan Bawah terdapat 3 unit, dua diantaranya hanyut. Hingga saat ini belum dipastikan penyebab kedua rumpon tersebut.

Bahkan sejumlah warga, belum sepenuhnya percaya jika rumpon tersebut putus dikarenakan cuaca buruk! Warga berspekulasi jika spek rumpon itu dikerjakan asal-asalan!. (***)