Ratusan Kilo Sampah Plastik Diangkut, Warga Batuputih Bergerak Jaga Citra Wisata

oleh -56 Dilihat

BITUNG — Ratusan kilogram sampah plastik berhasil dikumpulkan warga Kelurahan Batuputih saat menggelar kegiatan bersih-bersih pesisir pantai Kampung Wisata Batuputih.

Kegiatan tersebut melibatkan ratusan warga Kelurahan Batuputih Bawah, Kecamatan Ranowulu, bersama komunitas, hingga lembaga konservasi yang turun langsung dalam aksi bersih-bersih massal yang digelar pada Jumat 08 Mei 2026.

Gerakan ini menjadi langkah nyata Pemerintah Kelurahan Batuputih Bawah untuk menjaga kawasan pesisir tetap bersih, tertata, dan layak sebagai wajah depan kawasan konservasi Tangkoko yang selama ini menjadi salah satu magnet wisata Kota Bitung.

Aksi kolaboratif tersebut mendapat dukungan PT MSM/TTN dan PT AQUA melalui program Gerakan Indonesia Asri. Kegiatan menyisir garis pantai, area muara sungai, hingga kawasan permukiman warga yang selama ini menjadi jalur aktivitas masyarakat dan wisatawan.

Untuk mempercepat pembersihan, area kerja dibagi dalam tiga zona. Zona pertama mencakup pesisir pantai utama dari Pos 3 Taman Wisata Alam hingga muara sungai.

Zona kedua menyasar garis pantai kawasan permukiman dari Lingkungan I hingga Lingkungan II.
Sementara zona ketiga difokuskan pada area muara sungai sampai pantai pemukiman.

Kegiatan ini melibatkan Macaca Nigra Project, Pendidikan Konservasi Tangkoko, Manggala Agni, Resort Tangkoko, Persemaian Modern Likupang–Batuputih, POKDARWIS, kelompok guide Tangkoko, kelompok pemuda Batuputih, penerima bantuan PKH dan BPNT, Poskesdes Batuputih Bawah, PPA ID-143, serta para pelajar dari SD GMIM 1 Batuputih, SDN Inpres 12/79, SMP Negeri 8 Bitung, dan SMK Negeri 4 Bitung.

Lurah Batuputih Bawah, Alfrets Huria, menegaskan aksi tersebut bukan sekadar kerja bakti rutin, melainkan bagian dari upaya menjaga kawasan penyangga konservasi dan memperkuat citra Batuputih sebagai destinasi wisata unggulan.

“Batuputih adalah pintu masuk kawasan konservasi Tangkoko. Kalau pesisir bersih, wisatawan nyaman, masyarakat sehat, dan citra daerah ikut terjaga. Ini tanggung jawab bersama, bukan hanya pemerintah,” tegas Huria. Sabtu (9/5/2026)

Ia menambahkan, kolaborasi lintas sektor menjadi modal penting untuk membangun kesadaran kolektif bahwa kebersihan lingkungan berkaitan langsung dengan masa depan pariwisata dan ekonomi masyarakat.

Tokoh pemuda Batuputih, Trisye Komaling Manggapeng, menyebut keterlibatan generasi muda dalam aksi tersebut menjadi pesan kuat bahwa menjaga lingkungan harus dimulai dari kampung sendiri.

“Anak muda tidak boleh hanya jadi penonton. Pantai ini identitas Batuputih. Kalau kita jaga bersama, manfaatnya kembali ke masyarakat,” ujar Trisye.

Aksi bersih pesisir ini menegaskan satu hal: menjaga Batuputih tetap asri bukan hanya agenda sesaat, melainkan kerja bersama untuk merawat wajah Tangkoko dan masa depan pariwisata Kota Bitung. (***)