BOLTIM – Komitmen menjaga marwah institusi terus ditegaskan jajaran Polres Bolaang Mongondow Timur.
Kapolres Boltim, AKBP Golfried Hasiholan Pakpahan, mengeluarkan peringatan keras kepada seluruh personel agar tidak melakukan siaran langsung (live) di media sosial, baik saat jam dinas maupun ketika mengenakan seragam dinas.
Instruksi tegas ini merupakan tindak lanjut dari Surat Telegram (STR) Kapolri terkait upaya pencegahan penyalahgunaan media sosial oleh anggota Polri dan ASN Polri.
Langkah tersebut dinilai krusial di tengah derasnya arus digitalisasi yang berpotensi memengaruhi citra institusi jika tidak disikapi secara bijak.
“Di era digital saat ini, setiap anggota Polri harus mampu mengontrol diri dalam bermedia sosial. Hindari live saat jam dinas atau menggunakan pakaian dinas, karena hal itu dapat mencederai profesionalitas dan citra Polri,” tegas Kapolres.
Menurutnya, penggunaan media sosial yang tidak pada tempatnya bukan hanya mengganggu konsentrasi, tetapi juga berisiko menghambat pelaksanaan tugas utama anggota di lapangan.
Ia menekankan, fokus utama personel adalah memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, menjaga keamanan, serta menegakkan hukum.
Tak hanya sebatas imbauan, pengawasan ketat pun langsung disiapkan. Kasi Propam Polres Boltim, Oktavianus Tande, memastikan pihaknya akan melakukan kontrol melekat terhadap seluruh anggota.
“Propam akan terus melakukan pengawasan. Jika ditemukan pelanggaran, khususnya terkait penggunaan media sosial saat jam dinas atau dengan seragam, akan kami tindak tegas sesuai aturan disiplin Polri,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa kedisiplinan dalam bermedia sosial merupakan bagian penting dalam menjaga kepercayaan publik terhadap Polri sebagai institusi penegak hukum.
Dengan penegasan ini, Polres Boltim menutup celah bagi setiap bentuk kelalaian personel dalam penggunaan media sosial saat bertugas. Disiplin bukan lagi sekadar imbauan, melainkan kewajiban mutlak.
Polres Boltim pun menegaskan komitmennya untuk terus menjaga kehormatan institusi, menghadirkan sosok aparat yang profesional, humanis, serta menjadi pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat yang terpercaya. (**)

