KOTAMOBAGU– Pemerintah Kota Kotamobagu menggelar upacara Peringatan Hari Kartini dan Hari Otonomi Daerah ke-30 di Lapangan Boki Hotinimbang, Kamis pagi. Wali Kota bersama Wakil Wali Kota Rendy Firgiawan Mangkat, unsur Forkopimda, serta jajaran pemerintah daerah hadir dan memimpin jalannya upacara.
Dalam sambutannya, Wali Kota menegaskan bahwa peringatan Hari Kartini tidak boleh berhenti pada seremoni semata. Nilai perjuangan R.A. Kartini, khususnya dalam mendorong emansipasi perempuan, harus diwujudkan dalam kehidupan nyata.
Menurutnya, perempuan Indonesia saat ini telah menunjukkan peran strategis dalam berbagai sektor, mulai dari pendidikan hingga pembangunan daerah. “Perempuan hebat menjadi fondasi bagi Indonesia yang kuat,” tegasnya.
Wali Kota juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus membuka ruang kesetaraan dan kesempatan bagi perempuan di berbagai bidang.
Namun di sisi lain, peringatan Hari Otonomi Daerah yang dirangkaikan dalam kegiatan tersebut justru menyoroti tantangan serius. Dalam amanat Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian yang dibacakan, ditegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah demi mewujudkan pembangunan yang merata dan berkelanjutan.
Realitas di lapangan menunjukkan, daerah masih bergantung pada dana transfer dari pemerintah pusat. Kondisi ini dinilai membatasi ruang gerak fiskal daerah dalam menjawab kebutuhan dan prioritas lokal.
Meski demikian, pemerintah daerah tetap dituntut meningkatkan kualitas pelayanan publik sekaligus mendorong kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.(***)
