Toni Supit Soroti Fasilitas di Bandara Sam Ratulangi, Minta Pihak Bandara Berbenah Jelang Nataru 2026-2027

Manado, Rapat Koordinasi Komisi III DPRD Sulut bersama Kepala Otoritas Bandar Udara (KA OTBAN) Wilayah VIII Manado berlangsung blak-blakan.

Anggota Komisi III DPRD Sulut, Toni Supit, menyampaikan kritik tajam berdasarkan pengalaman langsung di lapangan terkait pelayanan Bandara Internasional Sam Ratulangi Manado.

Toni Supit mengungkapkan, ia punya pengalaman kemacetan pengantar dan pengunjung yang sangat ramai menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru). Penumpukan ini sering tidak tertangani dengan baik sehingga menimbulkan ketidaknyamanan.

“Yang paling miris, untuk fasilitas Angkasa Pura, toilet banyak yang bau. Ini sangat mengganggu kenyamanan penumpang. Bandara internasional harusnya punya standar toilet yang bersih dan wangi,” sentil Toni Supit, di ruangan komisi III Gedung Cengkeh, Senin (2/11/2026).

Ia juga menegaskan, menjelang Nataru 2026-2027 nanti, akan ada lonjakan penumpang yang luar biasa. Oleh karena itu, aspek keamanan dan kenyamanan harus menjadi prioritas utama.

Toni juga mengingatkan pengalaman tidak mengenakkan terkait lift yang dialami Gubernur Sulut agar tidak terulang lagi kepada masyarakat umum. Insiden tersebut menjadi catatan bahwa perawatan fasilitas bandara harus dilakukan secara berkala dan serius.

“Kita harus antisipasi kunjungan pesawat, arus mudik, serta harga tiket batas atas dan bawah menjelang Nataru. Jangan sampai masyarakat menjadi korban mahalnya tiket,” tambahnya.

Toni juga melontarkan usulan terkait penambahan landasan pacu, apakah akan dilakukan di lokasi yang ada atau berdasarkan hasil kunjungan kerja Komisi III ke Jakarta beberapa waktu lalu.

Menanggapi berbagai sorotan tersebut, Kepala Otoritas Bandar Udara Wilayah VIII Manado yang baru menjelaskan posisi dan tugasnya.

Ia menyampaikan bahwa untuk fasilitas VIP di terminal, pihaknya banyak melakukan koordinasi dengan Angkasa Pura. Karena Bandara Sam Ratulangi memang dikelola oleh Angkasa Pura.

“

Tugas kami di Otoritas Bandara adalah melakukan pengawasan, pengaturan, dan pengendalian. Kami akan segera koordinasikan semua keluhan dari Komisi III ini dengan pihak Angkasa Pura untuk segera ditindaklanjuti,” jawab KA OTBAN Wilayah VIII Manado.

Rapat ini diharapkan menjadi momentum perbaikan total pelayanan Bandara Sam Ratulangi agar siap menyambut lonjakan penumpang Nataru 2026-2027 dengan pelayanan yang aman, nyaman, dan berstandar internasional.