Antrean Pertalite Mengular, YSK Pastikan Tambahan 15 Juta Liter Masuk Sulut Bertahap

MANADO — Antrean panjang kendaraan di sejumlah SPBU di Sulawesi Utara (Sulut) menjadi perhatian serius Gubernur Yulius Selvanus Komaling (YSK). Untuk mempercepat normalisasi distribusi bahan bakar minyak (BBM), pemerintah provinsi bersama Pertamina menyiapkan tambahan pasokan Pertalite hingga total 15 juta liter secara bertahap.

Kepastian itu disampaikan YSK dalam rapat bersama Pertamina Regional Sulawesi di Wisma Negara Bumi Beringin, Manado, Jumat (16/10/2026).

Gubernur menjelaskan, penambahan pasokan harus disertai percepatan pelayanan di SPBU. Ia meminta Pertamina memperpanjang jam operasional serta menambah jumlah operator pengisian agar antrean kendaraan tidak terus menumpuk.

“Selain waktu pengisian dari SPBU ditambah, setiap SPBU juga agar operatornya ditambah. Karena kalau tambah banyak tapi operatornya sedikit, tetap akan macet,” tegas YSK.

Menurutnya, penambahan stok saja tidak cukup apabila pelayanan di lapangan masih terbatas. Karena itu, kesiapan petugas menjadi salah satu faktor penting dalam mempercepat penyaluran BBM kepada masyarakat.

YSK bahkan membuka opsi pelibatan personel TNI-Polri maupun aparatur sipil negara (ASN) untuk membantu proses pengisian apabila penambahan operator belum memungkinkan.

Di sisi lain, Pemprov Sulut menyiapkan langkah untuk mengurangi kepadatan kendaraan yang ikut mengantre di SPBU. Sekitar 18.000 ASN di lingkungan pemerintah provinsi diminta menjalankan kebijakan bekerja dari rumah atau work from home (WFH).

Gubernur menegaskan, WFH harus dilaksanakan dengan tetap berada di rumah dan bukan dimanfaatkan untuk bekerja dari mana saja atau work from anywhere (WFA).
“Lumayan kalau mereka tidak ikut mengantri BBM di SPBU,” ujarnya.

YSK juga mengingatkan adanya konsekuensi bagi ASN yang menyalahgunakan kebijakan tersebut untuk bepergian di luar kepentingan pekerjaan.
“Kalau ada yang sampai keluar, jalan-jalan, kurangi TPP,” tegasnya, merujuk pada Tambahan Penghasilan Pegawai.

Dalam kesempatan yang sama, YSK menyampaikan bahwa tambahan pasokan Pertalite terus diupayakan. Sebanyak 3 juta liter disebut telah ditambahkan, sementara 5 juta liter berikutnya dijadwalkan tiba di Manado sekitar pukul 18.00 WITA pada Jumat (16/10/2026).

Gubernur juga menyebut pengiriman BBM berikutnya dijadwalkan pada 20 Oktober 2026, dengan tambahan pasokan yang lebih besar.
Pemerintah berharap penambahan pasokan tersebut dapat mempercepat pemulihan distribusi dan mengurai antrean panjang di SPBU.

Gubernur pun mengimbau masyarakat agar tidak panik dan menggunakan BBM secara bijak selama proses normalisasi berlangsung.

“Saya harapkan masyarakat agar dapat dengan bijak menggunakan BBM setiap hari. Jangan diisi full tank dulu, supaya antrean ini cepat kita urai,” katanya.

YSK berharap sinergi pemerintah daerah dan Pertamina, disertai dukungan masyarakat, dapat mempercepat berakhirnya antrean panjang yang selama ini mengganggu aktivitas warga Sulawesi Utara.(***)

 

More From Author

Siapkan Langkah Antisipasi, Heronimus Makainas Pimpin Rakor Kewaspadaan Kualitas Udara di Sitaro

Richard Sualang Bahas Peluang Kerja Sama Australia-Manado, Pendidikan dan Pariwisata Jadi Fokus