Tiga Ketua Golkar di-Plt, MEP Kangkangi JUKLAT dan Instruksi DPP Golkar

Sulut, Badai konflik internal Partai Golkar Sulawesi Utara semakin tak terbendung. Setelah kisruh Plt. di Sitaro, kini terungkap fakta yang lebih mengejutkan bukan satu, tapi tiga Ketua DPD Golkar Kabupaten/Kota di Sulut resmi di-Plt.-kan oleh kepengurusan Golkar Sulut yang baru.

Keputusan hasil pleno perdana tidak memutuskan dan tidak ada menyebutkan untuk mem-Plt ketua Golkar Kabupaten/kota.

Langkah masif ini dinilai sebagai bentuk salah tafsir fatal terhadap pesan Ketua Umum DPP Partai Golkar, Bahlil Lahadalia.

Pesan Bahlil yang seharusnya menjadi pesan persatuan, yakni “Bertanding Untuk Bersanding” pasca Musda, justru ditafsirkan terbalik menjadi ajang balas dendam politik di Bumi Nyiur Melambai.

Padahal, DPP sudah secara tegas mengeluarkan Surat Instruksi DPP GOLKAR No: SI-4/DPP/GOLKAR/V/2025 Tentang Instruksi Larangan Melakukan Penunjukkan Pelaksana Tugas (Plt) Kepada Ketua DPD Kabupaten/Kota se-Indonesia.

Surat yang ditandatangani langsung oleh Ketua Umum dan Sekjen tersebut dengan jelas melarang seluruh DPD Provinsi untuk melakukan penunjukan Plt. terhadap Ketua DPD Kabupaten/Kota yang masih aktif dan definitif, demi menjaga soliditas partai pasca Musda.

Namun, instruksi sakti dari DPP tersebut diduga diabaikan total di Sulut.

Sumber internal Golkar Sulut membongkar motif di balik penunjukan tiga Plt. tersebut. Menurutnya, surat instruksi DPP yang melarang Plt. itu salah ditafsirkan Golkar Sulut Baru hanya karena dendam kusumat beda pilihan di pertarungan Musda DPD I Partai Golkar Sulut.

Dimana salah satu ketua yang di-Plt.-kan, Ronald Takarendehang (Ketua Golkar Sitaro), diketahui tidak mendukung Michaela Elsiana Paruntu (MEP) di Musda lalu dan hanya mendukung Toni Lasut.

“Setelah pertandingan selesai MEP sapaan akrabnya masih menyimpan dendam. Dia tidak memikirkan bagaimana membesarkan Golkar di Sulut,” ungkap sumber internal yang sangat dekat dengan dinamika Musda tersebut.

Padahal, pesan Bahlil “Bertanding Untuk Bersanding” memiliki makna yang sangat dalam setelah bertanding di Musda, semua pihak harus kembali bersanding, merangkul, tidak ada yang menang dan kalah, semua untuk membesarkan Golkar.

More From Author

Komisi III DPRD Sulut Sentil BWS: Warga Malendeng Butuh Kepastian, Bukan Janji

Rugi Rp11,6 Juta Modus Jual Buah, Petani Bilalang I Diciduk URC Polres Kotamobagu