Standius Bara Prima: Festival Literasi Sulut Jadi Rumah Besar Generasi Muda Bertukar Gagasan dan Lahirkan Karya Kreatif

Manado, Ketua Putra Putri Literasi Sulawesi Utara (PPLSU), Standius Bara Prima, S.I.Kom., M.I.Kom, menegaskan Festival Literasi Sulawesi Utara bukan sekadar acara seremonial, melainkan ruang pertemuan akbar bagi seluruh elemen masyarakat.

Menurut Bara, festival ini sengaja dirancang menjadi rumah besar bagi generasi muda, pelajar, mahasiswa, pendidik, penulis, pegiat literasi, komunitas, serta para pemerhati pendidikan dan kebudayaan di Bumi Nyiur Melambai.

“Ini adalah ruang pertemuan. Tempat bertemunya pelajar, mahasiswa, penulis, guru, dan komunitas untuk satu tujuan, memajukan literasi Sulut,” ujar Standius Bara Prima, di Museum Provinsi Sulut, Jumat (2/10/2026).

Ia menekankan, tanpa dukungan dari semua pihak, gerakan literasi tidak akan pernah besar.

Dukungan tersebut sangat penting agar manfaat literasi benar-benar dirasakan, terutama oleh anak-anak dan generasi muda Sulawesi Utara.

“Festival ini diharapkan mendapat dukungan dari berbagai pihak agar menjadi wadah bagi generasi muda untuk bertemu, bertukar gagasan, berbagi pengetahuan dan pengalaman, sekaligus menghasilkan karya-karya kreatif,” jelasnya.

Pelaksanaan Festival Literasi Sulut tahun ini dikemas sangat meriah dan edukatif. Beragam kegiatan dihadirkan untuk memanjakan pengunjung dari berbagai kalangan.

Mulai dari seminar dan diskusi literasi yang menghadirkan narasumber inspiratif, bedah buku, pameran buku dari berbagai penerbit, kelas menulis kreatif, lomba-lomba literasi, hingga pertunjukan seni dan budaya yang memukau.

 

Tak ketinggalan, berbagai kegiatan komunitas dan kegiatan edukatif lainnya turut mewarnai festival, menjadikannya festival yang inklusif dan menyenangkan.

Pada kesempatan itu, Bara meluruskan makna literasi yang selama ini sering dipersempit. Menurut akademisi komunikasi ini, literasi memiliki cakupan yang jauh lebih luas daripada sekadar kemampuan membaca dan menulis.

“Literasi juga berkaitan dengan kemampuan berpikir kritis, mengolah informasi, membangun kreativitas, serta menyampaikan gagasan secara positif,” tegas Bara.

Ia menambahkan, melalui festival ini pihaknya ingin mengubah paradigma masyarakat.

“Melalui festival ini, literasi tidak hanya ditempatkan sebagai aktivitas membaca dan menulis, tetapi juga sebagai bagian penting dalam membangun kreativitas, daya kritis, serta kemampuan masyarakat dalam menciptakan dan menyampaikan narasi yang positif,” pungkasnya.

Dengan konsep tersebut, Festival Literasi Sulut diharapkan menjadi motor penggerak lahirnya generasi muda Sulut yang cerdas, kritis, kreatif, dan berbudaya.