Kepedulian Pimpinan Brimob: Dansat Roby Samban dan Danyon Wayan Besuk Anggota yang Terluka saat Redam Konflik

MANADO — Pengabdian seorang anggota Brimob kembali mendapat perhatian. Komandan Satuan (Dansat) Brimob Polda Sulut, Kombes Pol. Roby M. Samban, S.I.K, didampingi Komandan Batalyon B Pelopor, Kompol I Wayan Wimantara, S.Sos., M.M, membesuk Bripka Moch. Ali, anggota yang akan menjalani operasi pengangkatan proyektil senapan angin dari tubuhnya.
‎
‎Kunjungan tersebut menjadi bentuk dukungan moril sekaligus kepedulian pimpinan kepada personel yang mengalami luka saat menjalankan tugas di tengah masyarakat.
‎
Proyektil senapan angin tersebut diduga bersarang di tubuh Bripka Moch. Ali ketika dirinya bersama personel lainnya melakukan rekayasa pengamanan dan pendekatan kemanusiaan untuk mencegah serta meredam konflik antara warga Desa Poopo, Kecamatan Passi Timur, Kabupaten Bolaang Mongondow, dan masyarakat Kelurahan Upai, Kecamatan Kotamobagu Utara, Kota Kotamobagu.

Dalam situasi yang penuh ketegangan, Bripka Moch. Ali tetap menjalankan tugas dengan mengedepankan pendekatan persuasif demi mencegah konflik meluas.
‎
‎Dansat Brimob Polda Sulut Kombes Pol. Roby M. Samban menyampaikan keprihatinannya atas kondisi anggotanya.

‎Namun di sisi lain, ia memberikan apresiasi atas keberanian dan pengabdian Bripka Moch. Ali dalam menjalankan tugas menjaga keamanan serta membantu menciptakan situasi kondusif.
‎
“Bripka Moch. Ali terluka justru saat sedang berupaya menyatukan kembali warga yang sedang berselisih. Ini bukti nyata pengabdian kami. Semoga operasi berjalan lancar dan beliau segera pulih kembali,” ujar Kombes Pol. Roby M. Samban, Rabu (30/9/2026).
‎
‎Sementara itu, Kompol I Wayan Wimantara menegaskan bahwa tugas menjaga keamanan bukan hanya tentang menghadapi ancaman, tetapi juga bagaimana anggota hadir di tengah masyarakat untuk mencegah terjadinya konflik.
‎
‎Ia berharap perdamaian yang telah tercapai antara warga Desa Poopo dan Desa Upai dapat terus dijaga bersama.
‎
‎Menurutnya, kerukunan dan komitmen masyarakat untuk tidak kembali terlibat dalam perselisihan menjadi hal penting agar situasi keamanan tetap kondusif.
‎
‎“Harapan kami, masyarakat kedua desa yang kini telah berdamai dapat benar-benar menjaga kerukunan, sehingga pengorbanan yang dirasakan tidak sia-sia,” ungkapnya.
‎
‎Kunjungan tersebut sekaligus menjadi pesan bahwa di balik tugas aparat menjaga keamanan, terdapat pengabdian personel yang tidak jarang harus berhadapan langsung dengan situasi berisiko demi mencegah konflik dan melindungi masyarakat.
‎
‎Kini, doa dan dukungan pun diberikan kepada Bripka Moch. Ali agar proses operasi berjalan lancar dan ia dapat segera kembali pulih. (***)

Exit mobile version