KOTAMOBAGU – Upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) terus digencarkan Polres Kotamobagu.
Tim Unit Reaksi Cepat (URC) Sat Reskrim kembali mengintensifkan patroli mobile dengan menyasar sejumlah titik yang dinilai rawan gangguan keamanan.
Tak hanya menyisir kawasan keramaian, terminal dan pertokoan, personel URC juga memberikan perhatian khusus terhadap sejumlah sekolah, terutama pada jam menjelang pulang sekolah yang dinilai rawan terjadinya tawuran antar pelajar.
Patroli tersebut kembali digelar pada Rabu (16/9/2026). Personel URC bergerak menyisir sejumlah lokasi di wilayah Kota Kotamobagu untuk mengantisipasi potensi gangguan kamtibmas, aksi kriminalitas hingga tindak pencurian.
Kegiatan dipimpin langsung Kanit URC Polres Kotamobagu, AIPTU Miky Rori.
Salah satu lokasi yang menjadi sasaran patroli yakni SMK Negeri 1 Kotamobagu, Kelurahan Molinow, Kecamatan Kotamobagu Barat.
Di sekolah tersebut, personel URC tidak hanya melakukan pemantauan, tetapi juga memberikan pembinaan dan imbauan kepada para siswa agar tidak mudah terprovokasi, menjauhi perkelahian serta fokus mengikuti proses belajar.
Para siswa juga diingatkan untuk segera melaporkan kepada guru maupun pihak kepolisian apabila menemukan adanya aktivitas atau hal-hal mencurigakan yang berpotensi mengganggu keamanan.
Sementara di kawasan terminal dan pertokoan, personel URC melakukan pemantauan situasi sekaligus berdialog dengan masyarakat. Langkah ini dilakukan untuk mendeteksi lebih awal potensi gangguan keamanan serta memberikan rasa aman bagi warga.
Kapolres Kotamobagu AKBP Abdul Kholik mengatakan, patroli mobile akan terus ditingkatkan sebagai langkah preventif untuk menjaga situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif.
“Patroli ini merupakan langkah preventif untuk mencegah terjadinya gangguan kamtibmas, termasuk aksi tawuran antar pelajar maupun tindak kriminalitas. Kami ingin memastikan masyarakat merasa aman dan aktivitas warga dapat berjalan dengan baik,” ujar AKBP Abdul Kholik.
Menurutnya, sekolah menjadi salah satu perhatian kepolisian karena pelajar merupakan generasi yang harus dijaga dari berbagai pengaruh negatif.
“Kami mengimbau kepada para pelajar untuk tidak mudah terprovokasi, tidak terlibat dalam perkelahian atau tawuran, dan lebih fokus pada pendidikan. Jika melihat atau mengetahui adanya potensi tawuran maupun tindakan yang mencurigakan, segera laporkan kepada pihak sekolah atau kepolisian,” tegasnya.
Kapolres juga menekankan bahwa kehadiran personel di lapangan bukan semata-mata untuk melakukan penindakan, tetapi juga membangun komunikasi dengan masyarakat dan memberikan edukasi terkait pentingnya menjaga keamanan bersama.
“Keamanan bukan hanya tanggung jawab kepolisian. Kami mengajak seluruh masyarakat, pihak sekolah, orang tua dan para pelajar untuk bersama-sama menjaga situasi kamtibmas di Kota Kotamobagu,” pungkasnya. (***)

