KOTAMOBAGU — Upaya mencegah aksi tawuran pelajar terus diperkuat Polres Kotamobagu.
Kapolres Kotamobagu AKBP Abdul Kholik, S.H., S.I.K., M.A.P., menginstruksikan Tim Unit Reaksi Cepat (URC) untuk mengintensifkan patroli mobile di sejumlah sekolah yang dinilai rawan terjadinya tawuran antar pelajar.
Patroli tersebut kembali dilakukan pada Selasa (15/9/2026) siang, sebagai langkah preventif untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), khususnya di lingkungan pendidikan.
Salah satu sekolah yang menjadi sasaran patroli yakni SMA Negeri 1 Kotamobagu.
Di lokasi, personel URC tidak hanya melakukan pemantauan, tetapi juga memberikan imbauan dan pembinaan langsung kepada para siswa.
Pelajar diingatkan agar tidak mudah terprovokasi, terutama oleh ajakan yang beredar melalui media sosial, serta tidak terlibat dalam aksi tawuran.
Petugas juga mengajak para siswa untuk lebih fokus menuntut ilmu, menghormati guru dan orang tua, serta menjauhi berbagai bentuk kenakalan remaja yang dapat merusak masa depan.
Kapolres Kotamobagu AKBP Abdul Kholik menegaskan, patroli mobile dan sambang sekolah akan terus digencarkan sebagai bagian dari upaya pencegahan dini.
“Kami dari Polres Kotamobagu melalui Tim URC terus melakukan patroli mobile dan sambang ke sekolah-sekolah yang rawan terjadi tawuran. Tadi tim mendatangi SMA Negeri 1 Kotamobagu untuk memberikan pembinaan dan imbauan kepada adik-adik pelajar,” ujar Abdul Kholik.
Ia juga mengingatkan para pelajar agar tidak terjebak dalam aksi tawuran yang dinilai hanya membawa kerugian.
“Kami mengimbau kepada seluruh pelajar agar tidak melakukan aksi tawuran. Tawuran tidak ada manfaatnya, hanya akan merugikan masa depan kalian sendiri. Fokuslah belajar, hormati guru dan orang tua. Jangan mudah terprovokasi ajakan di media sosial,” tegasnya.
Menurutnya, pencegahan tawuran tidak hanya menjadi tanggung jawab kepolisian. Peran sekolah dan orang tua juga sangat penting dalam mengawasi serta memberikan pemahaman kepada para pelajar.
Kapolres meminta pihak sekolah maupun orang tua segera berkoordinasi dengan kepolisian apabila menemukan indikasi atau potensi terjadinya tawuran.
“Kami juga meminta peran aktif dari pihak sekolah dan orang tua untuk bersama-sama mengawasi anak-anak kita. Jika ada indikasi akan terjadi tawuran, segera laporkan kepada pihak Kepolisian. Kami akan tindak tegas namun tetap mengedepankan pembinaan,” ungkapnya.
Langkah tersebut menjadi bagian dari komitmen Polres Kotamobagu untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman dan terbebas dari kekerasan.
Dengan patroli yang dilakukan secara mobile dan berkelanjutan, kehadiran personel URC diharapkan dapat menjadi langkah pencegahan sekaligus memberikan rasa aman bagi siswa, guru dan masyarakat di sekitar sekolah. (***)
