Persoalan Air Bersih, IMM Sulut Dorong Solusi Berbasis Data

BITUNG – Krisis air bersih yang masih menjadi persoalan di tengah masyarakat mendapat perhatian dari Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Sulawesi Utara.

Ketua Bidang Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat IMM Sulut, Excel Syachrul Paneo, menilai persoalan air bersih tidak semestinya hanya dilihat sebagai masalah teknis, tetapi juga menyangkut tanggung jawab pemerintah dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.

“Air bersih bukan sekadar persoalan teknis. Air adalah kebutuhan dasar masyarakat dan bagian penting dari tanggung jawab pelayanan publik,” ujar Excel, Sabtu (12/9/2026).

Menurutnya, ketika masyarakat mengalami kesulitan memperoleh air bersih, pertanyaan yang harus dijawab bukan hanya mengapa air tidak mengalir, tetapi juga apa yang sebenarnya terjadi, siapa yang bertanggung jawab, serta apakah solusi yang diberikan pemerintah sudah tepat dan menyentuh akar persoalan.

Excel mengatakan, di tengah keluhan masyarakat, berbagai alasan dan informasi mengenai penyebab terganggunya pelayanan air bersih terus bermunculan.

Mulai dari kondisi alam, keterbatasan sumber air, kerusakan jaringan, persoalan distribusi hingga masalah manajemen. Namun, menurut dia, pemerintah perlu menyampaikan penjelasan berdasarkan data dan kondisi faktual agar masyarakat tidak semakin bingung.

“Jangan sampai masyarakat hanya menerima alasan tanpa mendapatkan penjelasan yang jelas mengenai persoalan sebenarnya. Pemerintah harus terbuka soal data, penyebab dan langkah penyelesaiannya,” katanya.

Di sisi lain, Excel mengingatkan agar masyarakat tidak mudah mempercayai maupun menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Sebab, di tengah krisis pelayanan publik, informasi yang tidak benar berpotensi menimbulkan keresahan baru.

Karena itu, IMM Sulut mendorong adanya ruang diskusi yang dapat mempertemukan berbagai pihak untuk membedah persoalan air bersih secara objektif.

Diskusi tersebut, kata Excel, tidak dimaksudkan untuk menghakimi pihak tertentu ataupun mencari kambing hitam. Forum tersebut justru diharapkan menjadi ruang untuk memisahkan fakta dari opini, data dari asumsi, serta persoalan nyata dari informasi yang berpotensi menyesatkan.

“Kita tidak ingin diskusi ini menjadi ruang untuk saling menyalahkan. Yang ingin kita cari adalah fakta dan solusi. Masyarakat berhak mendapatkan informasi yang benar sekaligus pelayanan air bersih yang layak,” tegasnya.

IMM Sulut berharap pemerintah maupun pihak terkait dapat menjadikan krisis air bersih sebagai momentum untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pelayanan, mulai dari ketersediaan sumber air, jaringan, distribusi hingga aspek pengelolaan.

Bagi IMM, persoalan air bersih pada akhirnya bukan hanya tentang air yang mengalir atau tidak mengalir, tetapi tentang sejauh mana negara hadir memastikan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi. (*)