Sulut, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara terus menggenjot Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) sebagai upaya preventif untuk mendeteksi penyakit sejak dini. Layanan ini dipastikan tanpa biaya dan menyasar seluruh lapisan masyarakat, termasuk para pekerja di perkantoran dan sektor ritel.
Hal tersebut ditegaskan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulut, dr. Lydia Tulus, M.Kes saat mengikuti Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi IV DPRD Sulut, Selasa, (8/9/2026).
salah satu program prioritas Presiden Prabowo Subiantodalam bidang kesehatan. Pelaksanaan di daerah melibatkan sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan.
“Ini merupakan program prioritas Presiden Prabowo yang dikerjakan stakeholder di Indonesia termasuk di Sulut,” ungkap Lydia di hadapan anggota Komisi IV.
Menurutnya, CKG bukan sekadar pemeriksaan gratis. Tujuan utama program ini adalah mendeteksi masalah kesehatan lebih awal, mencegah risiko penyakit, serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
“Dengan deteksi dini, kita bisa mencegah penyakit berkembang lebih parah. Ini investasi kesehatan jangka panjang,” jelas Lydia.
Untuk memastikan program ini menjangkau seluas-luasnya, Dinkes Sulut menerapkan pola *pelayanan jemput bola*. Tenaga kesehatan dari Puskesmas akan mendatangi langsung lokasi kerja masyarakat.
“Dengan pola tersebut, para pekerja tidak perlu meninggalkan tempat kerja hanya untuk mendapatkan layanan pemeriksaan kesehatan,” kata Lydia.
Cakupannya pun diperluas hingga ke sektor ritel modern. Petugas kesehatan akan menyambangi karyawan Alfamart dan Indomaret untuk melakukan skrining kesehatan.
“Untuk Alfamart dan Indomaret petugas juga akan mengunjungi untuk melakukan skrining agar dipantau kesehatannya,” ujar Lydia.
Langkah ini dinilai efektif untuk mendekatkan akses layanan kesehatan kepada masyarakat sekaligus menumbuhkan budaya cek kesehatan rutin.
Dalam kesempatan itu, dr. Lydia juga mengimbau masyarakat agar tidak menganggap remeh keluhan kesehatan sekecil apa pun. Ia mencontohkan, gejala yang sering dikira maag bisa jadi merupakan indikasi penyakit jantung.
“Hal ini dilakukan agar tidak akan terjadi kasus sakit maag tapi meninggal karena sakit jantung,” tegasnya.
Ia menekankan, melalui skrining CKG, potensi penyakit dapat diketahui lebih awal sehingga masyarakat bisa segera mendapatkan penanganan yang tepat sesuai kondisi medisnya.
CKG sendiri mencakup berbagai jenis pemeriksaan dasar sesuai kelompok umur, mulai dari pemeriksaan tekanan darah, gula darah, kolesterol, hingga skrining penyakit tidak menular lainnya.
Komisi IV DPRD Sulut mengapresiasi langkah Dinkes Sulut yang proaktif menjemput bola. Para legislator berharap cakupan CKG terus diperluas hingga ke desa-desa dan perusahaan swasta lainnya agar seluruh warga Sulut bisa merasakan manfaat program prioritas nasional ini.
