Manado, Direktur sekaligus Wakil Ketua I Yayasan RS Siti Maryam, dr. Mamun Dja’fara, meluruskan kabar yang beredar di masyarakat. Ia menegaskan hingga saat ini RS Siti Maryam belum dijual kepada pihak mana pun.
Pernyataan itu disampaikan dr. Mamun, Minggu (6/9/2026) menanggapi pemberitaan salah satu media yang menyebut rumah sakit Siti Maryam itu telah dibeli oleh Rahman Salehe.
“Dan berita yang di publish salah satu media bahwa rumah sakit telah di beli oleh Rahman Salehe itu tidak benar,” tegas dr. Mamun yang juga memegang SK Direktur.
dr. Mamun meminta semua pihak menahan diri dan tidak membawa-bawa masalah RS Siti Maryam ke ranah yang tidak perlu.
“Sampai dengan saat sekarang, jangan sampai masalah orang lain rumah sakit Siti Maryam dibawa-bawa,” ujarnya.
Ia khawatir pemberitaan yang tidak tepat justru akan mengganggu upaya perbaikan dan pengembangan rumah sakit ke depan.
“Jangan sampai pemberitaan yang memuat bahwa rumah sakit ini telah dibeli, hanya akan mengganggu proses yang sedang berjalan,” jelas dr. Mamun.
Di sisi lain, dr. Mamun menyampaikan kabar baik. Saat ini “sudah ada 3 investor” yang menyatakan minat dan siap membantu pengembangan RS Siti Maryam.
“Kami sedang melakukan komunikasi dan penjajakan dengan 3 investor. Tujuannya untuk menguatkan pelayanan dan fasilitas RS Siti Maryam agar bisa lebih bermanfaat bagi masyarakat,” lanjutnya.
RS Siti Maryam sendiri merupakan salah satu rumah sakit yang selama ini melayani masyarakat dengan mengedepankan nilai-nilai pelayanan kesehatan Islami.
dr. Mamun berharap, kejelasan informasi ini dapat menghentikan spekulasi liar dan memberi ruang bagi manajemen untuk fokus pada proses kerjasama dengan para investor.
“Yang paling penting sekarang bagaimana RS Siti Maryam tetap berjalan, tetap melayani, dan semakin maju. Mohon doa dan dukungan dari semua pihak,” pungkasnya.

