BITUNG — Semangat memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia akan dirayakan masyarakat Kelurahan Batuputih, Kota Bitung, Sulawesi Utara, melalui Festival Bahari Merdeka & Berdaya.
Mengusung tema “Laut Bersih, Nelayan Sejahtera”, festival tersebut dijadwalkan berlangsung pada Jumat, 4 September 2026, mulai pukul 07.00 WITA hingga selesai.
Tak sekadar menjadi agenda hiburan, Festival Bahari Merdeka & Berdaya dikemas dengan berbagai kegiatan yang mengangkat isu lingkungan pesisir, pemberdayaan masyarakat, ekonomi kreatif, pariwisata hingga keselamatan nelayan.
Sejumlah kegiatan yang telah diagendakan panitia antara lain mewarnai bertema laut bersih, tambat tali dan dayung perahu, pengembangan ekonomi serta UMKM pesisir, eco coastal, bantuan sosial dan kegiatan terkait keselamatan nelayan.
Rangkaian kegiatan juga akan dimeriahkan penampilan Coco Lense.
Ketua Panitia Pelaksana Frangki Lumampak mengatakan, festival tersebut dirancang sebagai momentum memperingati kemerdekaan sekaligus membangun kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga laut dan lingkungan pesisir.
«“Kami ingin menjadikan kegiatan ini sebagai momentum untuk mengingatkan kita semua bahwa laut merupakan bagian penting dari kehidupan masyarakat Batuputih. Karena itu, laut harus dijaga kebersihannya dan dimanfaatkan secara berkelanjutan,” ujarnya. Selasa (01/09/2026).
Menurutnya, tema “Laut Bersih, Nelayan Sejahtera” dipilih karena kondisi laut memiliki hubungan langsung dengan kehidupan masyarakat pesisir, khususnya mereka yang menggantungkan penghasilan dari sektor kelautan.
“Ketika laut kita bersih dan terjaga, nelayan juga yang akan merasakan manfaatnya. Kami ingin kegiatan ini tidak berhenti pada seremoni, tetapi bisa membangun kesadaran dan gerakan bersama untuk menjaga lingkungan pesisir,” katanya.
Selain mengangkat isu lingkungan, festival ini juga membuka ruang bagi pelaku UMKM dan ekonomi kreatif pesisir untuk memperkenalkan produk sekaligus potensi lokal masyarakat Batuputih.
Terpisah Lurah Batuputih Atas, Iren Palamia menyampaikan kegiatan Festival Bahari Merdeka & Berdaya juga memperkuat kolaborasi antara masyarakat, nelayan, pelaku UMKM, komunitas dan pelaku pariwisata dalam mengembangkan potensi kawasan pesisir secara berkelanjutan.
“Kami ingin UMKM, nelayan, masyarakat dan pelaku pariwisata bisa tumbuh bersama. Batuputih memiliki potensi bahari dan wisata yang besar. Tinggal bagaimana kita menjaga lingkungan sekaligus mengembangkan potensi tersebut secara bersama-sama,” kata Palamia.
Potensi bahari tersebut dinilai memiliki keterkaitan erat dengan sektor pariwisata Batuputih. Selain memiliki kawasan pesisir, wilayah ini juga menjadi pintu masuk menuju kawasan wisata alam Tangkoko.
Karena itu, menurut Lurah Batuputih Atas menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan pesisir bukan hanya berkaitan dengan kehidupan nelayan, tetapi juga menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan pariwisata.
Festival Bahari Merdeka & Berdaya diharapkan dapat menjadi ruang pertemuan berbagai unsur masyarakat untuk membangun kesadaran bahwa potensi laut, lingkungan dan pariwisata harus dikelola secara bersama-sama.
Pemerintah dan Panitia pun mengajak masyarakat Batuputih dan sekitarnya untuk hadir dan mengambil bagian dalam kegiatan tersebut.
“Kami mengundang seluruh masyarakat untuk datang dan ikut mengambil bagian. Mari kita rayakan kemerdekaan dengan kegiatan yang positif, sekaligus menunjukkan bahwa masyarakat pesisir juga punya kepedulian terhadap laut dan lingkungan,” pungkasnya.
Kegiatan ini mendapat dukungan dari sejumlah unsur masyarakat dan komunitas, di antaranya SPAN Batuputih, Pokdarwis Kelurahan Batuputih Bawah, serta Batik Batuputih Kreatif.
Melalui Festival Bahari Merdeka & Berdaya, semangat kemerdekaan diharapkan tidak berhenti pada perayaan, tetapi diwujudkan melalui gerakan bersama untuk menjaga laut, memperkuat ekonomi masyarakat pesisir, meningkatkan keselamatan nelayan dan mempertahankan keberlanjutan pariwisata Batuputih. (*)

