BITUNG – Aktivitas pariwisata alam di Taman Wisata Alam (TWA) Batuputih, kawasan konservasi Tangkoko, Kota Bitung, ditutup sementara mulai Sabtu (29/8/2026). Kebijakan ini diambil menyusul kebakaran yang melanda sejumlah area kawasan konservasi dan berpotensi mengancam keselamatan wisatawan maupun pemandu.
Penutupan dilakukan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sulawesi Utara melalui Resort KSDA Tangkoko. Berdasarkan pengumuman resmi yang disampaikan melalui media sosial BKSDA Sulut, penutupan berlaku mulai 29 Agustus 2026 hingga batas waktu yang belum ditentukan.
Kebakaran terjadi di kawasan konservasi Tangkoko yang memiliki luasan hampir 9.000 hektare. Hingga Jumat (28/8/2026), sedikitnya belasan hektare kawasan TWA Batuputih dan Cagar Alam (CA) Duasudara dilaporkan terdampak kebakaran.
Kondisi kemarau dan vegetasi yang mengering membuat risiko kebakaran semakin tinggi. Situasi ini menjadi pertimbangan utama BKSDA Sulut untuk menghentikan sementara aktivitas wisata di TWA Batuputih.
Keputusan tersebut mendapat dukungan dari Ketua Pemandu Wisata Alam Tangkoko, Ardi Mirontoneng. Ia menilai penutupan sementara merupakan langkah tepat di tengah kondisi kebakaran yang masih perlu ditangani.
«“Ini adalah langkah bijak dalam menanggapi perluasan area kebakaran di kawasan konservasi alam Batuputih dan CA Duasudara,” ujar Ardi saat dihubungi melalui pesan WhatsApp, Jumat (28/8/2026).»
Menurut Ardi, keselamatan wisatawan dan pemandu harus menjadi prioritas. Penutupan sementara juga dinilai penting untuk memberikan ruang kepada petugas dalam melakukan penanganan kebakaran tanpa adanya aktivitas wisatawan di sekitar lokasi terdampak.
“Ini bukan hanya soal aktivitas pariwisata, tetapi juga keselamatan dan perlindungan kawasan konservasi. Kami mendukung langkah BKSDA sampai kondisi benar-benar dinyatakan aman,” ujarnya.
Dengan ditutupnya TWA Batuputih, aktivitas wisata seperti trekking dan pengamatan satwa di kawasan Tangkoko untuk sementara dihentikan. Pembukaan kembali kawasan akan menunggu perkembangan kondisi kebakaran dan keputusan lebih lanjut dari BKSDA Sulut.
Hingga berita ini diterbitkan koordinasi lintas Mitra oleh BKSDA Resort Tangkoko dan Pemandu Wisata Alam serta masyarakat terus dilakukan dalam rangka mitigasi kebakaran di kawasan hutan konservasi alam Tangkoko terus dilakukan dan rencanannya akan bergerak pada besok hari ke sejumlah titik api. (*)

