Medy Lensun dan Argo Sumaiku “Pasang Badan” Bela Penambang Panang, Warga Pertanyakan Janji Politik Bupati Oskar Manoppo

BOLTIM – Harapan baru muncul di tengah polemik masyarakat penambang tradisional di Dusun V Panang, Desa Kotabunan, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim).

Wakil Ketua DPRD Boltim Medy Lensun dan Wakil Bupati Boltim Argo Sumaiku menyatakan sikap tegas untuk berdiri bersama masyarakat, khususnya warga Panang yang selama ini menggantungkan kehidupan dari aktivitas pertambangan tradisional.

Keduanya bahkan menyatakan siap “pasang badan” untuk memperjuangkan hak masyarakat atas tanah yang mereka klaim sebagai tanah leluhur sekaligus sumber penghidupan yang telah dimanfaatkan secara turun-temurun.

Medy Lensun menegaskan, masyarakat kecil tidak boleh menjadi korban dalam setiap proses pembangunan maupun kepentingan investasi.

“Kami tidak akan membiarkan rakyat kecil dikorbankan semata-mata demi keuntungan pihak lain. Hak masyarakat atas tanah leluhur dan akses rezeki yang sudah dijalani ratusan tahun itu harus dihormati,” tegas Meidy, Kamis (20/6/2026).

Ia memastikan akan duduk bersama masyarakat dan memperjuangkan persoalan tersebut hingga ada solusi yang dianggap adil.

“Saya siap pasang badan, duduk bersama, dan memperjuangkan ini sampai tuntas. Tidak boleh ada warga yang diusir dari tanah sendiri tanpa solusi yang adil dan layak,” sambungnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Boltim Argo Sumaiku menegaskan pemerintah daerah memiliki tanggung jawab untuk melindungi seluruh masyarakat, termasuk mereka yang selama ini menggantungkan hidup dari pertambangan tradisional.

Menurutnya, pemerintah akan berupaya mencari jalan tengah agar kepentingan investasi dan keberlangsungan hidup masyarakat dapat berjalan beriringan.

“Kami akan mengupayakan jalan tengah yang menguntungkan semua pihak. Perusahaan tetap beroperasi sesuai aturan, namun masyarakat penambang tradisional juga tetap dihormati haknya dan diberi ruang untuk hidup bermartabat,” ujarnya.

Ia menegaskan pemerintah tidak boleh menutup mata terhadap kondisi masyarakat kecil.

“Kami tidak akan membiarkan rakyat diabaikan,” tegasnya.

Sikap tersebut mendapat sambutan emosional dari ratusan warga. Bagi masyarakat Panang, pernyataan para pimpinan daerah itu menjadi secercah harapan di tengah polemik yang hingga kini belum menemukan titik terang.

Seorang warga menyampaikan apresiasi kepada Wakil Ketua DPRD Medy Lensun dan Wakil Bupati yang dinilai telah menunjukkan keberpihakan terhadap masyarakat.

“Kami tidak menolak pembangunan. Kami hanya meminta satu hal: jangan lupakan kami. Terima kasih kepada Bapak Medy Lensun dan Wakil Bupati Argo Sumaiku yang siap berdiri bersama kami. Semoga ini menjadi awal keadilan yang sesungguhnya untuk kami, rakyat kecil di Dusun Lima Panang,” ujar warga.

Di tengah dukungan tersebut, sejumlah warga juga mempertanyakan sikap Bupati Boltim Oskar Manoppo terkait polemik Panang dan keberadaan PT ASA.

“Ada apa dengan Pak Bupati Oskar Manoppo? Kenapa mendukung PT ASA? Mana janji politik saat kampanye terhadap masyarakat Panang soal 10 hektare?” kata warga.

Pertanyaan tersebut mencerminkan kekecewaan sebagian warga yang berharap janji politik pemerintah daerah saat kampanye dapat diwujudkan dalam bentuk keberpihakan terhadap masyarakat Panang. (***)

Exit mobile version