Jadi Pj Kapitalaung Kalurae, Leo Barahama Siap Jalankan Arahan Prioritas Bupati!

Sangihe, SuaraSulut.com Benhard Leonard Barahama, S.T resmi dilantik sebagai Penjabat (Pj) Kapitalaung Desa Kalurae, Kecamatan Tabukan Utara, Kamis (13/8/2026), menggantikan Aner Manise yang telah menuntaskan masa jabatannya. Pria yang akrab disapa Leo ini sebelumnya berkarier sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) di Inspektorat Daerah Kabupaten Kepulauan Sangihe dengan jabatan Auditor Ahli Pertama.

Pria kelahiran Tahuna, 20 Juli 1984 ini menegaskan komitmennya untuk menjalankan amanah yang dipercayakan kepadanya dengan sebaik-baiknya, sejalan dengan arahan prioritas yang disampaikan Bupati Kepulauan Sangihe, Michael Thungari, SE, M.M, dalam sambutan pelantikan.

“Saya menyadari betul bahwa jabatan ini adalah amanah, bukan sekadar seremonial. Karena itu saya akan langsung bekerja menindaklanjuti seluruh arahan Bapak Bupati demi masyarakat Kalurae,” ujar Leo usai pelantikan.

Sebelumnya, Leo Barahama dilantik dalam pengambilan sumpah jabatan bersama 96 Pj Kapitalaung se-Sangihe lainnya pada Kamis (13/8/2026) di Gedung Papanuhung Santiago Tampungang Lawo.

Bupati Kepulauan Sangihe, SE. M.M sendiri dalam sambutannya meminta kepada para seluruh Pj Kapitalaung yang baru dilantik untuk melanjutkan hal-hal yang baik dari pemerintahan sebelumnya, perbaiki kekurangan yang masih ada, dan bangun tata kelola pemerintahan yang lebih baik.

“Pelantikan ini tidak boleh hanya diwarnai sebagai kegiatan administratif dan kegiatan seremonial. sebagai Pj Kapitalaung menerima amanah untuk memastikan pemerintah di desa berjalan, pun pelayanan masyarakat hadir dan pembangunan tetap terlaksana,” kata Bupati Michael Thungari memulai sambutannya.

Karna itu, lanjut Bupati, dirinya berharap para Pj sekalian menjadi bagian dan berupaya memenangi tata kelola desa yang selama ini masih menghadapi berbagai persoalan.

Sejak Dana Desa (DanDes) digulirkan, setiap desa sesungguhnya memiliki sumber daya dan kewenangan yang besar untuk berkembang. Dengan dukungan anggaran tersebut, seharusnya Desa mampu bergerak lebih cepat dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Namun kita harus jujur dan mengakui, masih terdapat keluhan tentang pelayanan, tentang ketepatan sasaran program dan partisipasi masyarakat dalam perencanaan pembangunan, karna masih ada masyarakat yang merasa belum memperoleh manfaat dari DanDes tersebut,” ujar Bupati.

DanDes adalah amanat masyarakat yang harus dikelola secara transparan, akuntabel, dan berorientasi pada hasil dan kepentingan masyarakat seluruhnya. Program Bantuan Sosial Ketahanan Pangan harus direncanakan berdasarkan kebutuhan nyata masyarakat melalui proses musyawarah yang terbuka, dan partisipatif.

Kondisi Tata Kelola di tingkat Desa pada akhirnya turut mempengaruhi persepsi masyarakat kepada pemerintah secara keseluruhan. Ketika pelayanan di desa buruk, masyarakat tidak akan membedakan ini pelayanan dari Pj Kapitalaung, maupun Pemerintah Daerah. Mereka akan menilai sama.

“Karna itu, saya meminta para Pj Kapitalaung yang ditempatkan dari berbagai Perangkat Daerah untuk hadir sebagai bagian dari Pemerintahan yang ada di Desa, sekaligus menjadi penghubung antara kebutuhan masyarakat dan Program Pemerintah Kabupaten melalui Perangkat Daerah. Maka dari itu, yang terbaiklah yang kita pilih menjadi Pj. Kapitalaung.

Tak lupa Bupati mengingatkan tugas kepada para Pj yang kurang lebih 5 bulan akan menjabat di masing-masing desa yang sudah ditempatkan sebelum adanya Kapitalaung Definitif. Thungari menitipkan beberapa hal yang harus menjadi Prioritas.
1. Persiapkan dengan baik Pemilihan Kapitalaung Definitif yang sesuai tahapan dan regulasi walaupun pelaksanaan teknisnya ada panitia, tetapi Pj Kapitalaung harus membantu, mengawasi, dan memastikan seluruh proses berlangsung secara tertib, transparan, dan sesuai ketentuan.
2. Benahi Tata Kelola Pemerintahan. Termasuk administrasi pemerintahan, administrasi keuangan, dan pelayanan kependudukan.
Pastikan setiap musyawarah, setiap orang yang berhak diundang dan menyuarakan pendapat, tolong diundang. Jangan ada lagi yang memilah-memilih masyarakat berdasarkan penghasilan, golongan, jabatan, bahkan pilihan politiknya kedepan. Dalam Tata Kelola Pemerintahan, banyak Desa yang menganggarkan DanDesnya agak kurang pro ke masyarakatnya. Ada jembatan rusak, tidak diperbaiki. Ada bantuan ketahanan pangan, tapi tidak diberikan sesuai target dan sasarannya. Untuk itu, selama 5 bulan ini, mohon diteliti betul kebutuhan di desa, dan masukan pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJMDes) tahun depan. Kita sedang memasuki masa kekeringan, jadi bagi Desa yang sedang mengalami kesusahan air bersih, bisa dianggarkan untuk hal tersebut, selama itu demi kebutuhan warga.
3. Disiplinkan seluruh Perangkat Desa, serta pastikan setiap pelayanan berlangsung sesuai jam kerja dan ketentuan yang berlaku. Jangan sampai ada Perangkat Desa yang merasa Pj hanya sebentar saja lalu kemudian tidak mau masuk kantor.
4. Lakukan Inventarisasi seluruh aset Pemerintah Desa baik yang diperoleh melalui pengadaan, maupun bantuan hibah. Supaya saat ditanyakan terkait aset desa kedepan, Pj Kapitalaung harus mengetahui dengan pasti ada berapa jumlah aset, dimana letaknya, berapa ukurannya, dan lain sebagainya.
5. Maksimalkan sisa anggaran tahun berjalan. Pemerintah Daerah menyadari bahwa masing-masing desa akan mengalami kesulitan yang berbeda dalam pencairan DanDes. Ada yang belum mencairkan sama sekali Dana Desa, ada pula yang sudah mencairkan atu sudah mau habis anggarannya. Disinilah letak dan peran Pj Kapitalaung sekalian. Bagi yang belum melakukan pencairan, cepat selesaikan SPJ dan lain-lain, agar DanDes tersebut segera turun bagi masyarakat.
6. Lakukan kunjungan dan dialog langsung dengan seluruh lapisan masyarakat, untuk menyerap aspirasi, mengidentifikasi kebutuhan prioritas, sebagai dasar kebutuhan penyusunan program dalam waktu yang terbatas ini.

(Erick Sahabat)