Listrik 24 Jam Akhirnya Menyala, Dua Kampung di Sangihe Lepas dari Gelap

SANGIHE — Setelah bertahun-tahun menghadapi keterbatasan pasokan energi, warga Kampung Beeng Laut dan Bebalang kini menikmati listrik 24 jam, menandai langkah baru Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe dalam mengejar pemerataan layanan dasar di wilayah kepulauan.

Operasional listrik 24 jam di kedua kampung tersebut diresmikan Bupati Kepulauan Sangihe dan dibuka secara daring oleh Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara melalui Wakil Gubernur Victor Mailangkay.

Perubahan ini tidak sekadar membuat lampu menyala sepanjang hari. Pasokan listrik penuh membuka ruang lebih besar bagi aktivitas pendidikan, kesehatan, pemerintahan, komunikasi hingga usaha masyarakat.

Selama ini, sejumlah wilayah di Sangihe masih bergantung pada pasokan listrik terbatas sekitar 6–12 jam per hari. Karena itu, pemerintah daerah bersama Pemprov Sulut dan PT PLN terus mendorong perluasan layanan 24 jam.

Masih ada delapan kampung yang menjadi perhatian berikutnya, yakni Bukide, Bukide Timur, Kalama, Mahengetang, Para Salingkere, Kawaluso, Kawio dan Matutuang.

Pemerintah menargetkan peningkatan layanan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kesiapan infrastruktur, kondisi geografis kepulauan, kebutuhan masyarakat serta dukungan teknis PLN.

Bagi pemerintah daerah, listrik 24 jam merupakan bagian penting dari pembangunan. Ketersediaan energi diharapkan membuat anak-anak lebih leluasa belajar, pelayanan publik berjalan lebih optimal dan masyarakat memiliki kesempatan lebih besar mengembangkan kegiatan ekonomi.

Pemkab Sangihe pun menyatakan akan melanjutkan koordinasi dengan Pemprov Sulut dan PLN agar wilayah yang masih mengalami keterbatasan pasokan secara bertahap dapat menikmati layanan listrik 24 jam.(***)

 

Exit mobile version