Polda Sulut Ungkap Drag Race Kotamobagu Kantongi Banyak Rekomendasi, Dari Kelurahan Hingga IMI

MANADO — Tragedi maut drag race di Kota Kotamobagu kini tak hanya mengarah pada persoalan teknis kendaraan.

Di tengah temuan Tim Traffic Accident Analysis (TAA) Korlantas Polri soal mobil yang melaju kencang, mengalami drifting, hingga menghantam penonton, muncul fakta bahwa event tersebut sebelumnya telah mengantongi sejumlah rekomendasi dan dinyatakan layak digelar.

Kabid Humas Polda Sulut, Kombes Pol Alamsyah Parulian Hasibuan, menyebut penyelenggaraan Open Tournament Tidar Drag Race dan Drag Bike Kotamobagu Championship 2026 telah mendapatkan rekomendasi dari berbagai pihak.

Rekomendasi tersebut antara lain berasal dari kelurahan, kecamatan, Dinas Perhubungan, Dinas Kesbangpol Kota Kotamobagu, Ikatan Motor Indonesia (IMI) hingga rekomendasi terkait asuransi dari Jasa Raharja.

Tak hanya administrasi, kelayakan lintasan juga disebut menjadi bagian dari rekomendasi IMI sebelum perlombaan digelar.

“Karena ini sudah diterbitkan, maka jawabannya adalah lintasan sudah dilakukan, yang jelas pasti sudah dilakukan survei oleh pihak IMI, dan itu layak untuk digunakan untuk perlombaan ataupun drag race ini,” kata Alamsyah, Rabu (12/8/2026).

Pernyataan tersebut kini menjadi bagian penting dalam penyelidikan polisi.

Sebab, di lokasi yang sebelumnya dinyatakan layak untuk perlombaan itu, justru terjadi kecelakaan fatal ketika sebuah mobil balap gagal dikendalikan setelah melewati garis finis dan kemudian menerobos area yang dipenuhi penonton.

Tragedi tersebut menewaskan delapan orang dan menyebabkan sejumlah warga lainnya menjadi korban luka.

Temuan TAA Korlantas Polri kemudian membuka dimensi baru dalam penyelidikan. Pemeriksaan teknis menemukan mesin dan transmisi kendaraan telah dimodifikasi, sementara sistem pengereman masih dalam kondisi standar.

TAA juga menemukan kendaraan melaju dengan kecepatan tinggi dan tidak mampu dikendalikan dengan baik hingga mengalami drifting serta menghantam dua titik, yakni gerobak bakso dan area tempat warga menyaksikan perlombaan.

Dengan adanya rekomendasi dari sejumlah instansi dan lembaga, penyidik kini memiliki pekerjaan besar untuk mengurai apakah seluruh aspek keselamatan yang dipersyaratkan benar-benar telah terpenuhi saat perlombaan berlangsung.

Bukan hanya soal apakah lintasan “layak”, tetapi juga bagaimana standar keselamatan diterapkan ketika kendaraan dengan performa yang telah dimodifikasi melaju dalam kecepatan tinggi.

Penyidik juga perlu mendalami kesesuaian kendaraan dengan kelas perlombaan, sistem pengereman, panjang area perlambatan, posisi penonton, hingga prosedur keselamatan setelah kendaraan melewati garis finis.

Semua fakta tersebut akan menjadi bagian dari rekonstruksi menyeluruh untuk menjawab satu pertanyaan besar: jika lintasan telah dinyatakan layak dan berbagai rekomendasi telah diterbitkan, mengapa kendaraan tetap bisa menerobos area penonton dan menimbulkan tragedi maut?

Jawaban atas pertanyaan itu kini menjadi kunci untuk menentukan rantai penyebab kecelakaan sekaligus pihak-pihak yang bertanggung jawab atas tragedi drag race Kotamobagu. (***)

Exit mobile version