MINSEL — Perselisihan antarkelompok pemuda di Kelurahan Ranomea dan Kelurahan Bitung menjadi alarm bagi Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan untuk segera memperkuat langkah menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
Bupati Minahasa Selatan Franky Donny Wongkar mengumpulkan tokoh agama dan tokoh masyarakat di Kantor Bupati Minsel, Rabu (12/8/2026), untuk membahas kondisi keamanan pascaperselisihan tersebut.
Pertemuan itu diarahkan untuk mencegah persoalan berkembang menjadi konflik yang lebih luas. Bupati mengajak seluruh elemen masyarakat mengambil peran dalam meredam ketegangan, membangun komunikasi serta mencegah generasi muda mudah terprovokasi.
Franky menekankan bahwa setiap persoalan sebaiknya diselesaikan melalui dialog dan pendekatan persuasif. Menurutnya, menjaga Kamtibmas bukan hanya tugas pemerintah maupun aparat keamanan, tetapi merupakan tanggung jawab bersama.
“Sinergi pemerintah daerah, tokoh agama, tokoh masyarakat, aparat keamanan dan seluruh elemen masyarakat sangat penting untuk menciptakan suasana yang aman, damai dan kondusif,” demikian substansi penegasan Bupati dalam pertemuan tersebut.
Pemerintah daerah juga mendorong tokoh agama dan masyarakat menjadi bagian penting dalam memberikan pemahaman kepada warga, khususnya kaum muda, agar tidak terpancing provokasi.
Pertemuan tersebut dihadiri Plt Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekda Minsel yang juga Kepala BKPSDM Sonny Makaenas, Kepala Kesbangpol Ifke Pondaag, Ketua FKDM Minsel Benny V.J. Lumingkewas, serta para camat di wilayah Amurang Raya.
Turut hadir Camat Amurang Petrus Ulaan, Camat Amurang Timur Meylisa Aring, Lurah Ranomea Novke Pongajow, Lurah Bitung Yanti Sumual, bersama tokoh agama dan tokoh masyarakat dari kedua kelurahan.(***)

