SANGIHE — Krisis air akibat kemarau dan El Niño mulai menjadi ancaman serius bagi masyarakat Sangihe, hingga pemerintah daerah harus bergerak mencari tambahan dukungan untuk memenuhi kebutuhan dasar warga.
Kondisi tersebut menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe dalam kunjungan kerja ke Dinas PUPR Provinsi Sulawesi Utara, Selasa (11/8/2026).
Respons datang melalui Balai Penataan Bangunan, Prasarana dan Kawasan Sulawesi Utara yang menyalurkan sejumlah fasilitas tanggap darurat untuk membantu masyarakat menghadapi dampak kekeringan.
Bukan hanya air.
Bantuan yang diterima terdiri dari satu mobil tangki air berkapasitas 4.000 liter, dua tenda, empat hidran umum berkapasitas 2.000 liter beserta pondasinya, dua WC knockdown dua seat, serta empat unit lantai WC knockdown.
Wakil Bupati Kepulauan Sangihe menyebut bantuan tersebut sangat berarti di tengah kondisi darurat yang dihadapi masyarakat.
Pemkab Sangihe pun menyampaikan apresiasi atas kepedulian pemerintah dan jajaran Balai Penataan Bangunan, Prasarana dan Kawasan Sulawesi Utara.
“Bantuan ini sangat berarti dan tentunya akan membantu memenuhi kebutuhan masyarakat, khususnya dalam kondisi tanggap darurat,” kata Wakil Bupati.
Pemkab Sangihe berharap bantuan tersebut segera dimanfaatkan secara optimal. Di saat yang sama, pemerintah daerah menegaskan pentingnya mempertahankan sinergi dengan pemerintah provinsi dan instansi terkait untuk menghadapi dampak kekeringan yang dipicu kondisi El Niño.
Bagi masyarakat Sangihe, bantuan tersebut bukan sekadar fasilitas darurat. Di tengah tekanan kemarau, setiap liter air menjadi sangat berarti.(***)
