KOTAMOBAGU — Misteri di balik tragedi maut Open Tournament Tidar Drag Race dan Drag Bike Kotamobagu 2026 mulai memasuki fase pemeriksaan yang lebih mendalam.
Setelah sebelumnya Tim Subdit Laka Ditgakkum Korlantas Mabes Polri turun melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan pemeriksaan teknis, kini giliran Tim Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sulut turun langsung membedah kendaraan balap yang menjadi salah satu barang bukti penting dalam tragedi tersebut.
Sekitar sembilan personel Tim Ditreskrimum Polda Sulut tiba di Mapolres Kotamobagu pada Selasa (11/8/2026), sekitar pukul 18.00 WITA.
Kedatangan mereka bukan sekadar mengecek kondisi kendaraan. Tim langsung melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap mobil balap yang diamankan di halaman Mapolres Kotamobagu.
Setiap bagian kendaraan menjadi perhatian penyidik. Pemeriksaan tersebut menjadi penting untuk mengungkap apakah terdapat persoalan teknis yang berpotensi menyebabkan kendaraan kehilangan kendali sebelum akhirnya keluar dari lintasan dan menghantam area penonton.
Proses pemeriksaan berlangsung dengan pendampingan langsung Kasat Reskrim Polres Kotamobagu, IPTU Ahmad Waafi.
Usai memeriksa barang bukti kendaraan, tim kemudian bergerak menuju lokasi kejadian perkara (TKP) di Jalan A.P. Mokoginta, Kelurahan Upai, Kecamatan Kotamobagu Utara.
Lintasan yang pada Minggu (9/8/2026) menjadi arena balapan tersebut kini berubah menjadi titik penting dalam rangkaian penyelidikan.
Kendaraan diperiksa, lintasan ditelusuri. Dua bagian penting dalam tragedi kini mulai disatukan oleh penyidik.
Langkah tersebut membuka kemungkinan bahwa penyidik tengah membangun gambaran utuh mengenai rangkaian kejadian sebelum mobil balap keluar lintasan dan menerjang penonton.
Apakah kecelakaan murni dipicu faktor kendaraan? Apakah ada persoalan pada lintasan atau sistem pengamanan? Atau justru terdapat faktor lain yang ikut berperan?
Pertanyaan-pertanyaan tersebut kini menjadi bagian dari proses penyelidikan aparat.
Turunnya secara langsung Tim Ditreskrimum Polda Sulut, setelah sebelumnya Tim Korlantas Mabes Polri melakukan pemeriksaan di Kotamobagu, menunjukkan bahwa penanganan kasus ini tidak berhenti pada pengamanan barang bukti dan pemeriksaan saksi.
Setiap kemungkinan tampaknya sedang dibuka untuk menemukan penyebab pasti tragedi yang menewaskan dan melukai sejumlah penonton tersebut.
Polisi kini dituntut tidak hanya menemukan apa yang terjadi, tetapi juga mengurai mengapa tragedi itu bisa terjadi.
Pemeriksaan kendaraan dan TKP menjadi bagian penting untuk memastikan fakta di balik tragedi berdarah Open Tournament Drag Race dan Drag Bike Kotamobagu 2026 terungkap secara terang. (***)

