BOLMONG — Sekolah tak lagi cukup hanya mencetak siswa berprestasi; di tengah ancaman narkoba, bullying, kejahatan siber, dan perubahan perilaku sosial, generasi muda dituntut memiliki karakter yang jauh lebih kuat.
Pesan itu ditegaskan Wakil Bupati Bolaang Mongondow, Dony Lumenta, saat menghadiri pembukaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) bagi peserta didik baru Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) 4 Kabupaten Minahasa Utara dan SNT 13 Kabupaten Bolaang Mongondow Tahun Ajaran 2026/2027, Senin (10/8/2026).
Kegiatan yang dipusatkan di Lapangan dan Aula Sam Ratulangi Kantor Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Sulawesi Utara, Pineleng, Kabupaten Minahasa, tersebut menjadi momentum untuk menegaskan kembali pentingnya pendidikan karakter sejak dini.
Dony menilai masa transisi setelah penerimaan peserta didik baru tidak boleh hanya diisi dengan pengenalan lingkungan sekolah. Lebih dari itu, para siswa membutuhkan dukungan moral dan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, humanis, serta kondusif.
Menurutnya, sinergi antara pemerintah, sekolah, orang tua, dan masyarakat menjadi kunci agar potensi peserta didik dapat berkembang secara optimal.
“Ancaman seperti peredaran narkoba, bullying, cyber crime hingga pergeseran perilaku sosial menuntut pemerintah dan masyarakat bahu-membahu menyiapkan bekal yang kokoh bagi generasi muda,” tegas Dony.
Wabup menekankan, anak-anak merupakan aset bangsa yang harus dipersiapkan bukan hanya dari sisi akademik, tetapi juga dengan karakter yang tangguh, toleran, humanis, dan produktif.
Apresiasi pun disampaikan Dony kepada Kepala BPMP Provinsi Sulawesi Utara, Febry H.J. Dien, beserta jajaran atas fasilitasi pelaksanaan MPLS tersebut.
Pembukaan kegiatan turut dihadiri Asisten I Pemprov Sulut Dr. Denny Mangala yang mewakili Gubernur Sulawesi Utara, Bupati Minahasa Utara Dr. Joune J.E. Ganda, Kepala BPMP Sulut Febry H.J. Dien, serta Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sulut Drs. Yahya Rondonuwu.(***)

