SANGIHE — Seragam ASN bukan sekadar simbol status, tetapi tiket menuju tanggung jawab yang lebih besar: hadir dan melayani masyarakat hingga ke pulau-pulau terluar Kabupaten Kepulauan Sangihe.
Pesan itu ditegaskan Bupati Kepulauan Sangihe Michael Thungari saat menutup secara resmi Pelatihan Dasar (Latsar) CPNS Tahun 2026 di Badan Diklat BPSDM Provinsi Sulawesi Utara, Senin (10/8/2026).
Sebanyak 137 peserta dari 20 formasi jabatan dinyatakan telah menyelesaikan tahapan Latsar dan selanjutnya akan ditempatkan di berbagai perangkat daerah, termasuk wilayah kepulauan seperti Kecamatan Kepulauan Marore dan Nusa Tabukan.
Didampingi Wakil Bupati Tendris Bulahari, Thungari mengingatkan para CPNS bahwa berakhirnya Latsar justru menandai dimulainya fase pengabdian yang sesungguhnya.
Menurutnya, setelah kembali ke lingkungan kerja, mereka tidak lagi sekadar dipandang sebagai peserta pelatihan. Mereka akan menjadi ASN yang kualitasnya diukur langsung oleh masyarakat melalui integritas, kompetensi, serta mutu pelayanan.
Nilai dasar ASN BerAKHLAK, wawasan kebangsaan, serta hasil habituasi dan aktualisasi selama Latsar diminta tidak berhenti sebagai materi pelatihan. Seluruhnya harus diterjemahkan menjadi perilaku dan kinerja nyata di tempat tugas.
Tantangan tersebut menjadi semakin penting bagi Sangihe yang memiliki karakter geografis kepulauan dengan wilayah yang tersebar di 144 pulau.
Thungari menegaskan, pengabdian sebagai ASN di Sangihe menuntut kesiapan untuk hadir dan memberikan pelayanan hingga ke wilayah-wilayah kepulauan.
Di sisi lain, pemerintah daerah juga mendorong transformasi birokrasi melalui pemanfaatan teknologi digital. Langkah ini dinilai strategis karena sebagian besar peserta Latsar memiliki kompetensi di bidang teknologi informasi.
Sejalan dengan visi “Muda Berkarya, Wujudkan Sangihe Lebih Sejahtera dan Berbudaya”, para ASN baru didorong untuk terus belajar, memperkuat kolaborasi, menjaga integritas, serta menggunakan teknologi untuk menghadirkan pelayanan publik yang lebih cepat dan transparan.
Kini masa pelatihan telah berakhir. Tantangan sebenarnya justru dimulai: membuktikan bahwa 137 ASN baru itu mampu mengubah kompetensi menjadi pelayanan dan pengabdian nyata bagi masyarakat Sangihe.(***)
