BOLTIM – Di tengah derasnya sorotan publik dan isu hukum yang tengah menerpa, Anggota DPRD Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Rahman Salehe, memilih untuk tetap berdiri pada satu prinsip: amanah kepada rakyat harus ditunaikan.
Bukan sekadar pernyataan politik, komitmen tersebut akan dibuktikan melalui keberangkatan 62 jemaah umrah menuju Tanah Suci Makkah yang dijadwalkan berlangsung pada Selasa, 11 Agustus 2026.
Rahman Salehe dijadwalkan melepas langsung keberangkatan para jemaah. Momen tersebut menjadi bagian penting dari realisasi program yang sebelumnya telah dijanjikan kepada masyarakat.
Keputusan untuk tetap menjalankan program umrah tersebut menjadi sorotan tersendiri. Pasalnya, di saat dirinya menghadapi berbagai tudingan dan dinamika politik, Rahman justru menegaskan bahwa persoalan yang sedang dihadapinya tidak boleh mengorbankan masyarakat yang telah menaruh harapan kepadanya.
“Apapun isu yang beredar, apapun tuduhan yang ditujukan kepada saya, janji sudah merupakan utang yang harus dibayar. Saya tidak ingin amanah kepada saudara-saudara yang ingin beribadah menjadi terabaikan,” tegas Rahman Salehe, Sabtu (8/8/2026).
Pernyataan itu sekaligus memperlihatkan bagaimana Rahman memandang posisi sebagai wakil rakyat. Baginya, mandat yang diberikan masyarakat tidak berhenti ketika situasi politik berubah atau ketika dirinya menghadapi persoalan pribadi.
Janji kepada masyarakat, menurutnya, tetap merupakan tanggung jawab yang harus diselesaikan.
Tak Ingin Persoalan Pribadi Ganggu Amanah Rakyat
Program keberangkatan 62 jemaah umrah ini menjadi bukti bahwa agenda yang telah dirancang bersama masyarakat tetap berjalan sesuai rencana.
Bagi para jemaah dan keluarga, keberangkatan ke Tanah Suci bukan sekadar agenda perjalanan. Ini adalah kesempatan untuk menunaikan ibadah yang telah lama dinantikan.
Karena itu, keputusan untuk tetap merealisasikan keberangkatan tersebut mendapat respons positif dari keluarga jemaah dan masyarakat sekitar.
Doa pun mengalir agar seluruh jemaah diberikan kesehatan, keselamatan dan kelancaran selama menjalankan ibadah di Tanah Suci.
Di sisi lain, sejumlah warga juga berharap berbagai persoalan yang tengah dihadapi Rahman Salehe dapat diselesaikan secara terang dan berdasarkan fakta serta proses hukum yang berlaku.
Dukungan tersebut memperlihatkan bahwa relasi antara wakil rakyat dan masyarakat tidak selalu berhenti pada urusan politik. Dalam banyak kesempatan, hubungan itu berkembang menjadi ikatan sosial dan kekeluargaan.
62 Jemaah, Satu Harapan Menuju Tanah Suci
Bagi 62 jemaah yang akan berangkat, perjalanan ini memiliki makna jauh lebih besar dibanding sekadar perjalanan religi.
Tanah Suci menjadi tujuan yang telah lama mereka impikan. Kesempatan untuk melihat langsung Ka’bah, menjalankan rangkaian ibadah umrah dan memanjatkan doa di tempat-tempat suci menjadi momentum spiritual yang sangat berharga.
Karena itu, keberangkatan pada Selasa, 11 Agustus 2026, diharapkan menjadi awal perjalanan yang penuh keberkahan.
Keluarga jemaah juga berharap seluruh rangkaian perjalanan berlangsung aman dan lancar hingga mereka kembali ke tanah air.
Amanah di Tengah Badai Sorotan
Langkah Rahman Salehe tetap merealisasikan program tersebut di tengah sorotan publik menjadi bagian lain dari perjalanan politiknya sebagai anggota DPRD Boltim.
Terlepas dari dinamika dan proses hukum yang sedang berjalan, pelaksanaan program yang telah dijanjikan kepada masyarakat menjadi bentuk tanggung jawab terhadap konstituen.
Bagi masyarakat, yang terpenting adalah program yang menyentuh langsung kebutuhan dan harapan mereka tidak berhenti hanya karena adanya dinamika politik.
Keberangkatan 62 jemaah umrah ini pun akhirnya membawa pesan sederhana namun kuat: ketika sebuah janji telah disampaikan kepada rakyat, maka ada tanggung jawab moral untuk menunaikannya.
Dan bagi Rahman Salehe, keberangkatan 62 jemaah menuju Tanah Suci menjadi momentum untuk menunjukkan bahwa di tengah tekanan sekalipun, amanah kepada masyarakat tetap harus ditempatkan pada tempatnya.
Apapun perkembangan persoalan yang sedang dihadapinya, tentu harus berjalan sesuai ketentuan yang berlaku. Sementara bagi 62 jemaah, harapan mereka kini tertuju pada satu hal: berangkat dengan selamat, beribadah dengan khusyuk, dan kembali ke Boltim membawa keberkahan. (***)

