Persin Menang, BMM Berpesta! Agregat 2-1 Antar Matali ke Final Totabuan Champions League

KOTAMOBAGU – Derby panas Kotamobagu Timur pada leg kedua semifinal Totabuan Champions League (TCL) 2026 menghadirkan drama hingga peluit akhir.

Persin Sinindian memang berhasil mengamankan kemenangan tipis 1-0 atas Bintang Muda Matali (BMM) di Stadion Nunuk, Rabu (5/8/2026), namun hasil itu belum cukup untuk membalikkan keadaan.

Berkat kemenangan 2-0 pada leg pertama, Bintang Muda Matali tetap melangkah ke partai final dengan keunggulan agregat 2-1. Mereka kini bersiap menghadapi ZM FC Bolsel, yang lebih dulu memastikan tiket final usai menyingkirkan Burako Alason dengan kemenangan 1-0 di semifinal.

Sejak peluit kick-off dibunyikan, Persin Sinindian tampil agresif. Membawa misi mengejar defisit dua gol, mereka langsung mengurung pertahanan Bintang Muda Matali melalui serangan bertubi-tubi.

Usaha itu akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-18. Aimar Mohama sukses memanfaatkan peluang menjadi gol yang menghidupkan asa Persin. Skor berubah 1-0 dan agregat menipis menjadi 1-2.

Tertinggal di laga, Bintang Muda Matali tidak panik. Mereka mulai mengambil alih permainan dan berkali-kali menciptakan peluang emas untuk menyamakan kedudukan. Namun, penampilan gemilang Geril Kapo di bawah mistar Persin menjadi tembok kokoh yang sulit ditembus.

Sejumlah penyelamatan krusial yang dilakukan Geril membuat Bintang Muda Matali gagal mencetak gol hingga turun minum. Babak pertama pun ditutup dengan keunggulan 1-0 untuk Persin.

Memasuki babak kedua, intensitas pertandingan semakin meningkat. Duel-duel keras tak terhindarkan dan tensi pertandingan terus memanas seiring waktu yang semakin menipis bagi Persin.

Situasi semakin rumit bagi Bintang Muda Matali setelah Juliardi diganjar kartu merah akibat pelanggaran keras. Bermain dengan 10 pemain membuat mereka lebih banyak bertahan demi menjaga keunggulan agregat.

Namun drama belum berakhir. Saat laga memasuki masa tambahan waktu, Persin Sinindian juga harus kehilangan satu pemain. Rafly Mursalin diusir wasit setelah menerima kartu merah, sehingga kedua tim sama-sama mengakhiri pertandingan dengan 10 pemain.

Hingga peluit panjang dibunyikan, skor tetap bertahan 1-0 untuk kemenangan Persin Sinindian. Meski sukses memenangkan leg kedua, kemenangan itu tidak cukup untuk membalikkan agregat.

Bintang Muda Matali akhirnya berhak mengamankan tiket ke final TCL 2026 dengan agregat 2-1 dan akan menghadapi ZM FC Bolsel dalam laga perebutan gelar juara yang dipastikan berlangsung sengit.

Final TCL 2026 kini mempertemukan dua tim terbaik turnamen. Bintang Muda Matali datang dengan modal ketangguhan bertahan, sementara ZM FC Bolsel membawa kepercayaan diri tinggi usai menghentikan langkah Burako Alason.

Duel perebutan trofi pun dipastikan menjadi laga yang paling dinantikan pecinta sepak bola Totabuan. (***)

Exit mobile version