Manado, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah DPRD Provinsi Sulawesi Utara Dapil Kota Manado, Hi. Amir Liputo, kembali melaksanakan reses masa persidangan ketiga. Kali ini kegiatan digelar di Masjid Al-Amin Kompleks Asrama Polisi Pakowa Wanea Lingkungan V, Selasa (4/8/2026).
Reses ini dipusatkan untuk menyerap aspirasi warga terdampak musibah kebakaran sekaligus mendengarkan keluhan masyarakat umum di wilayah Wanea.
Dalam sambutannya, BTM Al-Amin yang disampaikan Bapak Kenedy Paputungan mengucapkan terima kasih atas kehadiran Amir Liputo di tengah masyarakat Pakowa.
“Kami sampaikan terima kasih atas kehadiran Bapak Hi. Amir Liputo yang telah sudi hadir di tengah masyarakat Pakowa yang terdampak musibah kebakaran dan memberikan bantuan,” ujar Kenedy.
Ia mengungkapkan, saat ini hampir 5 KK masih mengungsi dan bermalam di Masjid Al-Amin karena rumah mereka hangus terbakar.
Sementara itu, Lurah Wanea Michael D Handoyo SE juga menyampaikan ucapan selamat datang kepada Amir Liputo dan rombongan.
“Kami mengucapkan selamat datang dan terima kasih kepada Bapak Hi. Amir Liputo dan rombongan. Kami turut prihatin kepada korban kebakaran. Kami bersama ketua-ketua lingkungan masih tetap mendampingi korban kebakaran,” kata Michael.
Ia menambahkan, banyak bantuan yang masuk ke posko dan sudah disalurkan kepada warga. Untuk solusi jangka menengah, 6 KK korban kebakaran akan ditempatkan di rumah susun di Jalan Koka.
“Ada juga 6 KK akan tinggal di rumah susun jalan ke Koka,” tutur Michael.
Di hadapan warga, Hi. Amir Liputo menjelaskan tujuan utama reses adalah turun langsung mendengar persoalan masyarakat.
“Reses adalah anggota dewan datang ke masyarakat mendengarkan keluh kesah dan aspirasi,” katanya.
Amir juga menyampaikan bahwa pihaknya bersama KKIG Kota Manado dan Bandayo Hi. Rum Usulu telah mengumpulkan bantuan untuk korban kebakaran di Pakowa.
Dalam dialog, Amir menyoroti keluhan warga terkait perubahan data desil yang berdampak pada bantuan sosial.
“Banyak warga Kota Manado mengeluh soal desil. Biasanya orang yang menerima PKH tiba-tiba tidak menerima lagi karena terjadi perubahan desil,” jelasnya.
Sesi tanya jawab berlangsung hangat. Warga mengajukan dua pertanyaan utama.
Penanya pertama mempertanyakan bantuan konfirmasi. Dari 25 KK muslim dan non muslim korban kebakaran, hanya 15 KK yang mendapat bantuan 1 set konfor.
Penanya kedua menanyakan apakah masing-masing KK terdampak akan mendapatkan bantuan Rumah Tidak Layak Huni RTLH.
Menanggapi hal itu, Amir Liputo langsung merespons. Ia berkomitmen akan mengawal 15 KK yang belum menerima bantuan konfor 1 set, termasuk tabung gas dan regulator.
“Akan saya handel 15 KK yang tidak mendapatkan bantuan konfor satu set. Yang tidak mendapatkan tabung dan regulator akan saya sampaikan kepada pihak yang akan memberikan bantuan untuk korban kebakaran,” tegas Amir.
Lebih lanjut, ia memastikan akan mengusulkan seluruh korban ke pemerintah.
“25 KK akan kami usulkan ke pemerintah untuk mendapatkan bantuan,” ungkapnya.
“Yang 19 KK akan saya perjuangkan mendapatkan bantuan Rumah RPLH,” sambungnya.
Di akhir kegiatan, Amir Liputo selaku ketua KKIG Manado, melalui ketua Bandayo Hi. Rum Usulu menyerahkan bantuan beras dan telur kepada 25 KK yang terdampak musibah kebakaran di Pakowa.
Bantuan tersebut merupakan hasil koordinasi bersama KKIG Kota Manado dan jaringan kerukunan.
Dari kerukunan Kayu Bulan beras 5kg, Supermi saru dos dan telur satu baku. Dari majelis ta’lim Sospol berikan bantuan sembako dan peralatan mandi satu tas merah.
Dari masjid Al-Ikhwan Sospol Amir Liputo menyerahkan bantuan pakaian baru 12 karung.
Kegiatan reses ini turut dihadiri Ketua KWI Provinsi Sulut, Lurah Wanea Michael D Handoyo SE, para Kepala Lingkungan Kaling, Hi. Rum Usulu selaku Bandayo KKIG sekaligus Kerukunan Kayu Bulan, Majelis Ta’lim Jarwal, dan Majelis Ta’lim Al-Ikhwan Sospol.
Amir Liputo berharap, melalui reses ini aspirasi warga bisa segera ditindaklanjuti oleh pemerintah dan bantuan untuk korban kebakaran dapat segera terealisasi secara menyeluruh.

