SITARO – Perang melawan kusta dan frambusia dimulai dari ruang pelatihan, saat Pemerintah Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro) memperkuat kapasitas tenaga kesehatan sebagai ujung tombak mencegah penyebaran penyakit sekaligus memastikan pengelolaan limbah medis dilakukan sesuai standar.
Langkah tersebut ditandai dengan dibukanya Pelatihan Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kusta dan Frambusia serta Pelatihan Pengolahan Limbah Medis oleh Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Sitaro, Heronimus Makainas, SE, yang digelar Dinas Kesehatan Kabupaten Sitaro, Senin (3/8/2026).
Dalam arahannya, Heronimus Makainas menekankan bahwa kualitas pelayanan kesehatan tidak hanya ditentukan oleh fasilitas, tetapi juga kemampuan sumber daya manusia yang menjalankannya.
Karena itu, peningkatan kompetensi tenaga kesehatan dinilai menjadi investasi penting untuk memperkuat pelayanan kepada masyarakat.
Menurutnya, pelatihan tersebut dirancang untuk meningkatkan kemampuan tenaga kesehatan dalam melakukan deteksi dini, penanganan kasus kusta dan frambusia, memberikan edukasi kepada masyarakat, hingga mengelola limbah medis sesuai ketentuan yang berlaku.
“SDM kesehatan yang kompeten adalah fondasi utama dalam meningkatkan mutu pelayanan kepada masyarakat. Karena itu, Pemerintah Kabupaten Sitaro akan terus mendukung pengembangan kapasitas tenaga kesehatan,” ujar Heronimus.
Juga meminta seluruh peserta mengikuti setiap materi secara maksimal agar pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh dapat diterapkan di puskesmas maupun fasilitas pelayanan kesehatan lainnya.
Melalui pelatihan ini, Pemerintah Kabupaten Sitaro menargetkan peningkatan kualitas layanan kesehatan sekaligus mendukung terwujudnya masyarakat yang sehat, produktif, dan sejahtera sesuai visi SITARO MASADADA.(***)
