SANGIHE– Di saat warga terdampak banjir dan longsor berjuang memenuhi kebutuhan paling mendasar, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe bergerak cepat menyalurkan air bersih hingga malam hari demi memastikan masyarakat tidak menghadapi krisis berkepanjangan.
Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe mempercepat penanganan dampak bencana dengan menyalurkan layanan air bersih kepada warga di Kampung Binala dan Kampung Lelipang, Minggu (26/7/2026) malam.
Pelayanan tersebut dilaksanakan melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Daerah (PUPRD) bersama Balai Penataan Bangunan, Prasarana dan Kawasan (BPBPK) Sulawesi Utara sebagai bagian dari respons darurat pascabencana banjir dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Kepulauan Sangihe.
Langkah ini merupakan tindak lanjut atas koordinasi yang dilakukan Bupati Kepulauan Sangihe dengan BPBPK Sulawesi Utara guna mempercepat pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat yang terdampak bencana.
Pemerintah daerah memastikan pelayanan tidak berhenti di dua kampung tersebut. Penyaluran air bersih dijadwalkan berlanjut pada hari berikutnya di wilayah Kecamatan Tabukan Selatan agar bantuan dapat menjangkau lebih banyak warga secara merata.
Melalui kolaborasi antara pemerintah daerah dan instansi terkait, diharapkan proses pemulihan pascabencana dapat berlangsung lebih cepat, sekaligus mengurangi beban masyarakat yang masih menghadapi dampak banjir dan tanah longsor.(***)
