KOTAMOBAGU – ZM FC Bolsel mengirim peringatan keras kepada seluruh kontestan Totabuan Champions League (TCL) 2026.
Diperkuat mantan pemain Persija Jakarta, Sandi Sute, ZM FC tampil trengginas dan membungkam Mutiara Hitam FC Lobong dengan skor meyakinkan 4-2 pada laga lanjutan Grup D babak 6 besar yang berlangsung di Lapangan Nunuk Matali, Minggu (26/7/2026) sore.
Kemenangan ini bukan sekadar tambahan tiga poin. ZM FC tampil dengan wajah baru, permainan lebih rapi, tenang, dan agresif sejak menit awal. Kehadiran Sandi Sute di lini tengah menjadi pembeda yang membuat aliran bola ZM FC jauh lebih hidup dibanding laga sebelumnya.
Gol pembuka lahir melalui kaki Hasan Husen pada menit ke-23 di babak pertama. Usai turun minum, Ali Koroy menggandakan keunggulan 2-0 dan membuat ZM FC semakin tampil dengan kepercayaan diri tinggi. Dominasi ZM FC semakin sulit dibendung Mutiara Hitam FC.
Ali Koroy kembali mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-61 lewat penyelesaian dingin yang memperlebar jarak. Agus Esa kemudian memastikan kemenangan setelah mencetak gol keempat pada menit ke-75.
Meski kalah, Mutiara Hitam FC tidak menyerah begitu saja. Tim yang diperkuat pemain terbaik Liga 4 Piala Presiden, Akmal Karim, sempat memberikan perlawanan sengit.
Akmal mencetak gol spektakuler melalui tendangan bebas yang meluncur deras ke sudut gawang tanpa mampu dijangkau penjaga gawang ZM FC, Chandra Yuda. Satu gol hiburan lainnya disumbangkan Jefri L, namun belum cukup menyelamatkan Mutiara Hitam dari kekalahan.
Sementara itu, masuknya eks Persija Jakarta, Sandi Sute, langsung membawa dampak besar terhadap permainan ZM FC. Penguasaan bola menjadi lebih terkontrol, transisi menyerang berlangsung cepat, dan distribusi umpan dari lini tengah membuat pertahanan lawan terus berada di bawah tekanan.
Dukungan Sandi membuka ruang bagi Agus Esa dan Ali Koroy untuk bergantian mengeksploitasi sisi kiri dan kanan pertahanan Mutiara Hitam FC. Berkali-kali kedua pemain sayap itu berhasil menembus lini belakang lawan hingga akhirnya menjadi mimpi buruk bagi pertahanan Mutiara Hitam.
Sebaliknya, kehadiran Akmal Karim di kubu Mutiara Hitam memang menghadirkan kualitas berbeda, tetapi belum cukup mengangkat performa tim secara keseluruhan. Ketergantungan terhadap kreativitas Akmal membuat serangan Mutiara Hitam mudah dipatahkan ketika ZM FC berhasil mengunci ruang geraknya.
Kemenangan telak ini membuat peluang ZM FC Bolsel melangkah ke fase berikutnya semakin terbuka lebar. Mereka kini hampir dipastikan mengamankan tiket ke babak perempat final bahkan berpeluang menembus semifinal, sambil menunggu hasil laga hidup-mati antara Bintang Muda Matali melawan Mutiara Hitam FC Lobong.
Kepercayaan diri kubu ZM FC pun semakin tinggi. Manajer ZM FC Bolsel, Zulkifli Mundok, mengaku puas dengan perubahan besar yang terjadi setelah bergabungnya Sandi Sute.
“Alhamdulillah setelah bergabungnya Sandi Sute permainan semakin terbuka, makin santai dan semoga sukses lagi di pertandingan berikut,” ujar Zulkifli.
Ia juga mengungkapkan bahwa ZM FC belum berhenti berbenah. Pada pertandingan berikutnya, timnya berencana kembali mendatangkan pemain anyar untuk mempertajam lini depan.
“Di pertandingan berikut kita masih akan mendatangkan pemain untuk memperkuat lini serang. Kita ada ketambahan pemain, kalau bukan Osvaldo Haay atau Vincent Ebuka,” ungkap Zulkifli.
Dengan skuad yang terus diperkuat, Zulkifli bahkan menantang tim-tim unggulan di TCL 2026.
“Di pertandingan berikut kita berharap bisa bertemu Burako Alason atau tim kuat lainnya dan langsung menjadi champion. Kita optimistis meraih gelar TCL 2026,” ujarnya optimis.
Pernyataan itu menjadi sinyal tegas bahwa ZM FC Bolsel tidak lagi sekadar menjadi peserta. Dengan kekuatan baru yang dimiliki, mereka kini menjelma sebagai salah satu kandidat paling serius dalam perburuan trofi Totabuan Champions League 2026. (***)
