SITARO– Ancaman kekeringan mulai membayangi Kabupaten Kepulauan Sitaro. Pemerintah daerah melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) resmi mengeluarkan imbauan siaga kepada seluruh masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi krisis air bersih selama musim kemarau.
Pemerintah Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro) menetapkan langkah antisipatif menghadapi dampak musim kemarau yang berpotensi memicu kekeringan dan berkurangnya ketersediaan air bersih di sejumlah wilayah.
Melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), pemerintah mengimbau seluruh masyarakat agar meningkatkan kesiapsiagaan serta menggunakan sumber daya air secara bijaksana guna mengantisipasi kemungkinan terjadinya krisis air bersih.
Plt. Bupati Kepulauan Sitaro, Heronimus Makainas, SE, MM, menegaskan bahwa kewaspadaan seluruh elemen masyarakat sangat diperlukan mengingat musim kemarau diperkirakan meningkatkan risiko kekeringan di beberapa kawasan.
Pemerintah daerah juga terus memantau perkembangan kondisi cuaca dan ketersediaan air di lapangan. Apabila situasi berkembang menjadi kondisi darurat, BPBD bersama instansi terkait akan melakukan langkah-langkah penanganan sesuai kebutuhan masyarakat.
Masyarakat diimbau tetap mengikuti informasi resmi dari pemerintah dan segera melaporkan apabila menemukan wilayah yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih.(***)
