KOTAMOBAGU – Stadion Nunuk Matali bergemuruh. Tuan rumah Bintang Muda Matali (BMM) memperlihatkan mental juara setelah menghancurkan perlawanan sengit ZM FC Bolsel dengan skor meyakinkan 3-1 dalam lanjutan TCL Cup 2026, Sabtu (11/7/2026).
Kemenangan ini tidak diraih dengan mudah. Selama lebih dari 90 menit, kedua tim saling menekan dalam duel berintensitas tinggi yang dipenuhi adu strategi, benturan fisik, hingga drama yang mencapai puncaknya pada masa injury time.
Sejak peluit kick-off dibunyikan, kedua kesebelasan langsung bermain terbuka. Serangan demi serangan silih berganti menghiasi pertandingan, namun kokohnya lini pertahanan membuat peluang yang tercipta gagal berbuah gol.
Laga yang dipimpin wasit Farel Sumual bersama asisten wasit Pendi dan Iqbal, serta diawasi Pengawas Pertandingan I Wayan S. Hendrajaya, M.Pd., berlangsung dalam tempo cepat sejak awal hingga babak pertama ditutup tanpa gol.
Memasuki babak kedua, tensi pertandingan semakin memanas. Kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke-50 ketika Riswandi H. berhasil memanfaatkan peluang emas untuk membobol gawang ZM FC Bolsel dan membawa Bintang Muda Matali unggul 1-0.
Tertinggal satu gol membuat ZM FC Bolsel meningkatkan intensitas serangan. Tekanan demi tekanan terus dilancarkan hingga akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-87 melalui sontekan Moh. Ripal yang sukses menyamakan kedudukan menjadi 1-1.
Gol tersebut sempat membuat kubu BMM tertekan, sementara ZM FC Bolsel mulai percaya diri membawa pulang satu poin. Namun, ketika laga seolah akan berakhir imbang, justru drama sesungguhnya dimulai.
Pada menit ke-90+4, wasit menunjuk titik putih setelah pemain BMM dijatuhkan di dalam kotak penalti. Keputusan itu disambut gegap gempita ribuan pendukung tuan rumah.
Syahrul Muais yang dipercaya sebagai algojo tampil tanpa cela. Tendangan penaltinya meluncur mulus ke gawang ZM FC Bolsel dan mengubah skor menjadi 2-1.
Belum sempat bangkit dari keterpurukan, ZM FC Bolsel kembali menerima pukulan telak hanya satu menit berselang. Saat seluruh pemain tim tamu maju menyerang untuk mencari gol penyeimbang, BMM melancarkan serangan balik cepat.
Pemain pengganti Yandi Dilapanga sukses menuntaskan peluang emas menjadi gol ketiga pada menit ke-90+5, sekaligus mengunci kemenangan dramatis Bintang Muda Matali dengan skor akhir 3-1.
Selain menyajikan duel panas, pertandingan juga diwarnai permainan keras. ZM FC Bolsel harus menerima tiga kartu kuning yang masing-masing diberikan kepada Yadi pada menit ke-48, Anto Tampilang pada menit ke-87, dan Varella pada menit ke-90+1.
Sebaliknya, Bintang Muda Matali tampil disiplin sepanjang pertandingan dan berhasil menyelesaikan laga tanpa satu pun pemain menerima kartu dari wasit.
Pelatih Bintang Muda Matali, Novry Kalengkongan, mengaku bangga dengan semangat juang anak asuhnya yang tidak menyerah hingga peluit akhir dibunyikan.
“Kami sudah mengingatkan pemain agar tetap fokus sampai pertandingan benar-benar selesai. Saat ZM FC berhasil menyamakan kedudukan, saya melihat mental pemain tidak turun. Justru mereka semakin percaya diri untuk mencari kemenangan. Alhamdulillah, kerja keras itu terbayar dengan tiga gol dan tiga poin penting di kandang sendiri,” ujar Novry.
Novry juga memberikan apresiasi kepada para pendukung yang terus memberikan motivasi sepanjang pertandingan.
“Terima kasih kepada seluruh suporter yang tidak berhenti mendukung kami. Atmosfer di Stadion Nunuk Matali menjadi energi tambahan bagi pemain. Kemenangan ini kami persembahkan untuk masyarakat Matali dan menjadi modal berharga menghadapi pertandingan berikutnya. Namun, kami tidak boleh cepat puas karena perjalanan di TCL Cup 2026 masih panjang,” pungkasnya. (***)
