ASN Sangihe Dites Narkoba, Bupati Michael Thungari Kirim Pesan Keras: Birokrasi Harus Bersih

SANGIHE– Tak ada ruang bagi narkotika di tubuh pemerintahan, Pemkab Sangihe mulai menguji integritas aparatur lewat pemeriksaan narkotika sebagai alarm serius menjaga pelayanan publik tetap bersih.

Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe mengambil langkah tegas dalam menjaga kualitas aparatur sipil negara (ASN) dengan menggelar pemeriksaan narkotika bagi jajaran pemerintah daerah, Jumat (10/7/2026), di Papanuhung Santiago Tampungan Lawo.

Kegiatan tersebut diikuti langsung Bupati Kepulauan Sangihe Michael Thungari, S.E., M.M., bersama jajaran pejabat tinggi pratama sebagai bentuk komitmen menciptakan lingkungan birokrasi yang sehat, profesional, dan bebas dari penyalahgunaan narkotika.

Dalam sambutannya, Bupati Michael Thungari memberikan apresiasi kepada Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Kepulauan Sangihe dan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) yang telah berkolaborasi menyelenggarakan kegiatan tersebut.

Menurut Bupati, pemeriksaan narkotika bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi menjadi langkah nyata memperkuat integritas aparatur pemerintah.

“Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya memastikan ASN memiliki disiplin, tanggung jawab, dan menjadi teladan bagi masyarakat,” tegasnya.
Langkah tersebut juga menjadi implementasi Peraturan Daerah Kabupaten Kepulauan Sangihe Nomor 3 Tahun 2026 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika dan Prekursor Narkotika.

Bupati menegaskan, hadirnya regulasi itu merupakan bukti keseriusan pemerintah daerah dalam melindungi masyarakat dari ancaman narkotika yang dapat merusak kesehatan, menghancurkan masa depan generasi muda, hingga melemahkan kualitas pelayanan publik.

Bupati menambahkan, pemeriksaan terhadap ASN bukan bertujuan mencari kesalahan, melainkan sebagai upaya pencegahan, pembinaan, dan perlindungan agar seluruh aparatur tetap menjalankan tugas dengan nilai integritas.

Pemkab Sangihe juga memastikan akan terus memperkuat sinergi dengan BNN, aparat penegak hukum, lembaga pendidikan, tokoh agama, dan tokoh masyarakat dalam mendukung program nasional pemberantasan penyalahgunaan serta peredaran gelap narkotika.(***)

Exit mobile version